• Terbaru
Ketika Partai Lupa bahwa Ia Milik Publik

Ketika Partai Lupa bahwa Ia Milik Publik

24 Juni 2026
PLN Kagetkan Pelanggan, Tagihan Rp50 Ribu Jadi Rp1 Juta

PLN Kagetkan Pelanggan, Tagihan Rp50 Ribu Jadi Rp1 Juta

4 September 2026
Kalahkan Aneuk Nanggroe, Rajawalina Fc Tantang JF FC Aceh Utara di Grand Final Piala KPA Simpang Ulim

Kalahkan Aneuk Nanggroe, Rajawalina Fc Tantang JF FC Aceh Utara di Grand Final Piala KPA Simpang Ulim

4 September 2026
Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh

Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh

4 September 2026
“Satu Guru Satu Pohon”, Cara Aceh Timur Jadikan Pendidikan Benteng Ekologi

“Satu Guru Satu Pohon”, Cara Aceh Timur Jadikan Pendidikan Benteng Ekologi

3 September 2026
Semifinal Sengit Piala KPA Simpang Ulim, JF FC Aceh Utara Hentikan Langkah KPA Darul Falah

Semifinal Sengit Piala KPA Simpang Ulim, JF FC Aceh Utara Hentikan Langkah KPA Darul Falah

3 September 2026
Aneuk Nanggroe Amankan Tiket Semifinal Usai Kalahkan Tuan Rumah di KPA Simpang Ulim Cup I 2026

Aneuk Nanggroe Amankan Tiket Semifinal Usai Kalahkan Tuan Rumah di KPA Simpang Ulim Cup I 2026

2 September 2026
Pemkab Aceh Timur Terima Bantuan Alat Ortotik Prostetik dari RSO Soeharso

Pemkab Aceh Timur Terima Bantuan Alat Ortotik Prostetik dari RSO Soeharso

2 September 2026
Rajawalina melaju ke Semifinal Usai Kalahkan Young Warriors di KPA Simpang Ulim Cup I 2026

Rajawalina melaju ke Semifinal Usai Kalahkan Young Warriors di KPA Simpang Ulim Cup I 2026

1 September 2026
Kebakaran Hanguskan Kios dan Ruko di Lambaro, 1 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Kebakaran Hanguskan Kios dan Ruko di Lambaro, 1 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

1 September 2026
Al-Farlaky Launching Huntap Aceh Timur: Awal dari 2.033 Rumah Baru untuk Korban Banjir

Al-Farlaky Launching Huntap Aceh Timur: Awal dari 2.033 Rumah Baru untuk Korban Banjir

31 Agustus 2026
JF FC Kukuhkan Dominasi, Tundukkan Julok Putra 2-1 di KPA Simpang Ulim Cup I 2026

JF FC Kukuhkan Dominasi, Tundukkan Julok Putra 2-1 di KPA Simpang Ulim Cup I 2026

31 Agustus 2026
Panitia KPA Simpang Ulim Cup I Bagikan 10 Hadiah Doorprize, Suasana Lapangan Makin Meriah

Panitia KPA Simpang Ulim Cup I Bagikan 10 Hadiah Doorprize, Suasana Lapangan Makin Meriah

30 Agustus 2026
Berita Online, BisaBaca
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
Berita Online, BisaBaca

Ketika Partai Lupa bahwa Ia Milik Publik

Redaksi Penulis Redaksi
Rabu, 06/24/2026 | 21:42 WIB
Ketika Partai Lupa bahwa Ia Milik Publik
Bagi ke WhatsAppBagi Ke Twitter

DEMOKRASI internal partai politik di Indonesia selalu kalah pada satu hal: rasa memiliki yang keliru. Banyak elite partai bertindak seolah organisasi itu milik pribadi, bukan milik kader dan publik yang diwakilinya.

Ketika rasa memiliki itu melenceng, AD/ART jadi formalitas, Musyawarah Wilayah jadi pengganggu, dan tanda tangan dadakan jadi hukum tertinggi.

Penunjukan pengurus wilayah tanpa Muswil adalah gejala paling vulgar dari penyakit itu. Di atas kertas kelihatan efisien. Tidak ada debat, tidak ada tarik-menarik suara, tidak ada waktu yang “terbuang”.

Tapi yang dibuang bersamaan dengan prosedur itu adalah legitimasi. Dan tanpa legitimasi, partai tinggal stempel kosong yang gampang dibatalkan pengadilan.

Hukum membaca ini sebagai cacat prosedur. Dari sisi perdata, keputusan di luar AD/ART bisa digugat sebagai perbuatan melawan hukum. SK bisa dibatalkan, ganti rugi bisa menyusul.

Baca Juga :  Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh

Dari sisi administrasi, Kemenkumham punya alasan menolak pengesahan. Tanpa pengesahan, pengurus itu hantu. Tidak bisa buka rekening, tidak bisa urus dana bantuan politik, tidak bisa tanda tangan apa pun atas nama partai.

Masalah naik kelas ketika uang negara ikut masuk. Dana hibah partai berasal dari APBN dan APBD. Kalau dana itu dipakai kepengurusan yang secara hukum tidak sah, maka jalur pidana terbuka.

Penggelapan, pemalsuan dokumen, hingga jerat UU Tipikor bukan skenario berlebihan. Itu konsekuensi logis ketika politik praktis dicampur dengan administrasi sembarangan.

Baca Juga :  Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh

Kerusakan paling mahal terjadi di luar ruang sidang. Secara politik, pelanggaran mekanisme melahirkan dualisme kepengurusan. Kader bingung ikut siapa. Publik melihat partai sebagai pertunjukan internal yang berantakan.

Secara sosial, kepercayaan pada partai sebagai saluran aspirasi runtuh. Partai seharusnya jadi sekolah demokrasi. Ketika sekolahnya sendiri tidak patuh pada konstitusinya, yang diajarkan hanyalah cara menyiasati aturan.

Secara ekonomi politik, partai yang tidak sah secara administrasi tidak bisa mengakses dana publik secara sah. Maka ia beralih ke uang privat, patronase, transaksi informal. Partai berhenti jadi agregator kepentingan publik dan berubah jadi kendaraan kepentingan pribadi.

Max Weber menyebut ini krisis legitimasi rasional-legal. Robert Michels menyebutnya “hukum besi oligarki”: organisasi yang dimulai demokratis akan dikendalikan segelintir orang jika tidak ada mekanisme koreksi.

Baca Juga :  Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh

Penunjukan tanpa Muswil adalah keduanya sekaligus. Melanggar aturan yang disepakati, lalu mengunci oligarki agar tidak terganggu.

Jadi ini bukan soal cepat atau lambat. Ini soal apakah partai masih mau disebut institusi publik, atau sudah nyaman disebut proyek pribadi. Kalau masih mau disebut institusi, jalannya jelas: kembali ke AD/ART, jalankan Muswil, biarkan kader bicara. Itu berisik, lambat, melelahkan. Tapi itulah harga dari politik yang tidak ingin berubah jadi dagangan.

Partai politik itu pilar demokrasi. Dan pilar tidak boleh lupa bahwa ia menyangga ruang publik, bukan ruang pribadi segelintir orang.

MengirimMenciak

Baca Juga

Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh
Editorial

Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh

4 September 2026
Aceh Jual Cerita Hijau, Tapi Pabriknya Tak Pernah Ada
Editorial

Aceh Jual Cerita Hijau, Tapi Pabriknya Tak Pernah Ada

21 Juli 2026
220 Hari, Negara Mengubur Korban Banjir Aceh Dalam Lumpur Birokrasi
Editorial

220 Hari, Negara Mengubur Korban Banjir Aceh Dalam Lumpur Birokrasi

3 Juli 2026
Partai Politik Itu Pilar Demokrasi, Bukan Lapak Coba-Coba
Editorial

Partai Politik Itu Pilar Demokrasi, Bukan Lapak Coba-Coba

22 Juni 2026
Pahlawan Versi Mereka, Beban Versi Rakyat
Editorial

Pahlawan Versi Mereka, Beban Versi Rakyat

17 Juni 2026
Bangsa Gagal Sebelum Bangkrut: Tanda-Tanda Sudah Terlihat
Editorial

Bangsa Gagal Sebelum Bangkrut: Tanda-Tanda Sudah Terlihat

11 Juni 2026
  • “Sang Pengkhianat”

    “Sang Pengkhianat”

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Pembunuh di Aceh Timur Terungkap, Pelaku Ditangkap dalam Waktu 1 Jam

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Oknum Ketua PPS di Simpang Ulim Diduga Arahkan Anggotanya Pilih Paslon Tole untuk Bupati Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Tragedi Hari Kemerdekaan: Bocah 10 Tahun Tewas Tersengat Listrik di Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Isu Politik Bayangi Pemulihan, Diduga Ada Operasi Jatuhkan Marwah Bupati Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0

Berita Lainnya

PLN Kagetkan Pelanggan, Tagihan Rp50 Ribu Jadi Rp1 Juta

PLN Kagetkan Pelanggan, Tagihan Rp50 Ribu Jadi Rp1 Juta

Penulis Redaksi
4 September 2026

#Warga Abdya Tolak Bayar Sebelum Ada Penjelasan Transparan BLANGPIDIE | Seorang pelanggan PLN di Aceh Barat Daya dibuat kaget setengah...

Kalahkan Aneuk Nanggroe, Rajawalina Fc Tantang JF FC Aceh Utara di Grand Final Piala KPA Simpang Ulim

Kalahkan Aneuk Nanggroe, Rajawalina Fc Tantang JF FC Aceh Utara di Grand Final Piala KPA Simpang Ulim

Penulis Redaksi
4 September 2026

ACEH TIMUR | Rajawalina FC berhasil melaju ke partai puncak KPA Simpang Ulim Cup I 2026 setelah menundukkan Aneuk Nanggroe...

Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh

Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh

Penulis Redaksi
4 September 2026

ACEH seharusnya jadi lumbung. Hutan menyimpan biodiversitas dunia. Laut membentang luas dengan hasil ikan melimpah. Di bawah tanah terpendam minyak,...

“Satu Guru Satu Pohon”, Cara Aceh Timur Jadikan Pendidikan Benteng Ekologi

“Satu Guru Satu Pohon”, Cara Aceh Timur Jadikan Pendidikan Benteng Ekologi

Penulis Redaksi
3 September 2026

#Bupati Al-Farlaky canangkan Gerakan Guru Tanam 10.000 Pohon di HARDIKDA 2026 ACEH TIMUR | Peringatan Hari Pendidikan Daerah (HARDIKDA) tahun...

Berita Online, BisaBaca

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami

  • Masuk
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In