LHOKSEUMAWE | Anggota DPRK Aceh Utara sekaligus Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Malikussaleh (IKA Unimal) Fakhrurrazi mendesak Rektor Universitas Malikussaleh memecat oknum dosen yang pernyataannya dinilai merendahkan profesi pekerja.
Desakan itu disampaikan setelah video pernyataan dosen tersebut viral di media sosial.
Fakhrurrazi menilai ucapan itu mencederai nilai akademik sekaligus melukai masyarakat yang bekerja di profesi halal seperti pengemudi becak, petugas kebersihan, dan operator.
“Semua profesi memiliki kontribusi penting bagi masyarakat dan tidak pantas dijadikan bahan untuk merendahkan seseorang,” kata dia, Senin (23/6/2026).
Sebagai anggota dewan, ia menegaskan dosen memiliki tanggung jawab moral untuk mendidik dan memotivasi mahasiswa. Sikap meremehkan pekerjaan tertentu, menurutnya, tidak mencerminkan karakter pendidik yang seharusnya menjadi teladan.
Fakhrurrazi meminta dosen bersangkutan menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada alumni dan para pekerja yang disebut dalam pernyataannya.
“Permintaan maaf adalah bentuk tanggung jawab moral yang harus ditunjukkan oleh seorang akademisi,” tegasnya.
Ia juga mendesak perangkat etik kampus segera memeriksa kasus ini. Jika terbukti melanggar etik berat dan mencederai marwah institusi, Fakhrurrazi menilai oknum dosen itu tidak layak lagi menjadi bagian dari civitas akademika Unimal.
“Apabila terbukti melakukan pelanggaran etik berat, maka kami menilai yang bersangkutan harus dikeluarkan dari Kampus Unimal,” ujarnya.
Fakhrurrazi menekankan, ketegasan kampus diperlukan agar Unimal tetap menjaga etika dan penghormatan terhadap martabat manusia.
“Kampus harus menjadi tempat yang mengajarkan penghormatan terhadap sesama manusia, bukan tempat lahirnya stigma dan diskriminasi terhadap profesi tertentu,” tutupnya.

























