ACEH TIMUR | Tokoh Pemuda Ranto Peureulak, Muhammad Hafidh Akbar, mengapresiasi langkah Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky yang memprioritaskan pembangunan jembatan penghubung antar desa.
Menurutnya, keberadaan jembatan yang menghubungkan antara desa Bhoem dan Blang Simpo tersebut memberikan dampak besar bagi masyarakat, terutama dalam mempercepat mobilitas, mengefisienkan biaya, dan membuka akses ke fasilitas publik.
“Keberadaan jembatan penghubung antar desa memberikan dampak yang sangat besar, terutama dalam mempercepat mobilitas warga, mengefisienkan biaya dan waktu tempuh, serta membuka akses ke fasilitas penting seperti sekolah dan layanan kesehatan. Infrastruktur ini menjadi roda penggerak utama bagi kehidupan masyarakat,” ujar Hafidh, Selasa, 14 Juli 2026.
Dorong Kesejahteraan Warga Desa
Hafidh merinci tiga keuntungan utama dari pembangunan jembatan antardesa yang kini menjadi perhatian Pemkab Aceh Timur.
Pertama, peningkatan aksesibilitas dan mobilitas. Warga tidak perlu lagi memutar jauh melewati jalur darat yang ekstrem atau melintasi sungai yang berbahaya. Keamanan perjalanan pun lebih terjamin.
Kedua, pertumbuhan ekonomi warga. Distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan menjadi lebih lancar ke pasar. Biaya logistik juga ditekan karena jarak dan waktu tempuh berkurang.
“Biaya transportasi dan angkut barang menjadi lebih murah karena jarak dan waktu perjalanan yang berkurang,” kata Hafidh.
Ketiga, kemudahan akses fasilitas publik dan sosial. Anak-anak lebih aman pergi ke sekolah. Warga juga lebih cepat menjangkau puskesmas atau rumah sakit saat keadaan darurat. Jembatan juga mempererat hubungan kekerabatan, budaya, dan gotong royong antar warga di dua desa.
Diharapkan Terus Dilanjutkan
Hafidh menilai komitmen Bupati Al-Farlaky membangun infrastruktur dasar hingga ke desa merupakan langkah tepat. Ia berharap pembangunan jembatan seperti ini terus dilanjutkan di wilayah lain yang masih terisolasi.
“Infrastruktur yang semakin merata akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat desa setempat,” pungkasnya.

























