• Terbaru
Indonesia Tidak Akan Kalah Melawan Desas-desus

Indonesia Tidak Akan Kalah Melawan Desas-desus

2 Agustus 2026
Perkuat Sinergi Forkopimda, Bupati Al-Farlaky Dan Kapolres Baru Aceh Timur Bahas Keamanan Dan Pembangunan Daerah

Perkuat Sinergi Forkopimda, Bupati Al-Farlaky Dan Kapolres Baru Aceh Timur Bahas Keamanan Dan Pembangunan Daerah

18 September 2026
Respon Keluhan Balap Liar Hingga Narkoba, Polres Langsa Siapkan Penindakan dan Gampong Zero Judi Online

Respon Keluhan Balap Liar Hingga Narkoba, Polres Langsa Siapkan Penindakan dan Gampong Zero Judi Online

18 September 2026
Bantah Jadup Tak Pernah Diterima, Pemkab Aceh Timur: Tahap Pertama Rp 100 Miliar Sudah Cair

Bantah Jadup Tak Pernah Diterima, Pemkab Aceh Timur: Tahap Pertama Rp 100 Miliar Sudah Cair

17 September 2026
Dukungan KKP Tiba, Bupati Al-Farlaky: Ini Langkah Awal Pemulihan Perikana di Aceh Timur

Dukungan KKP Tiba, Bupati Al-Farlaky: Ini Langkah Awal Pemulihan Perikana di Aceh Timur

16 September 2026
Hambali Kembali Dutunjuk Nahkodai Panglima KPA Sagoe Pante Bidari

Hambali Kembali Dutunjuk Nahkodai Panglima KPA Sagoe Pante Bidari

12 September 2026
Ny Lismawani Al-Farlaky Sabet Pembina Organisasi Kewanitaan Terbaik I Se-Aceh

Ny Lismawani Al-Farlaky Sabet Pembina Organisasi Kewanitaan Terbaik I Se-Aceh

11 September 2026
Polri untuk Masyarakat, KPA Sagoe Simpang Ulim Siap Bersinergi dengan Kapolres Baru

Polri untuk Masyarakat, KPA Sagoe Simpang Ulim Siap Bersinergi dengan Kapolres Baru

10 September 2026
Bukan Pencitraan, PKB Nilai Lobi Al-Farlaky ke Pusat Jawab Keluhan Jalan Rusak

Bukan Pencitraan, PKB Nilai Lobi Al-Farlaky ke Pusat Jawab Keluhan Jalan Rusak

10 September 2026
Lantik Komisioner Baitul Mal, Bupati Al-Farlaky: Tak Boleh Ada Calo Zakat!

Lantik Komisioner Baitul Mal, Bupati Al-Farlaky: Tak Boleh Ada Calo Zakat!

9 September 2026
Dugaan MBG Beracun di Bener Meriah, YAC Tagih BPOM Buka Hasil Lab

Dugaan MBG Beracun di Bener Meriah, YAC Tagih BPOM Buka Hasil Lab

9 September 2026
Lagi! Bupati Al-Farlaky Dinobatkan Kepala Daerah Populer Penanganan Bencana di Wilayah Terisolir

Lagi! Bupati Al-Farlaky Dinobatkan Kepala Daerah Populer Penanganan Bencana di Wilayah Terisolir

6 September 2026
Rahmat Aron Pecah Kebuntuan, JF FC Aceh Utara Raih Mahkota KPA Cup I Simpang Ulim

Rahmat Aron Pecah Kebuntuan, JF FC Aceh Utara Raih Mahkota KPA Cup I Simpang Ulim

5 September 2026
Berita Online, BisaBaca
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
Berita Online, BisaBaca

Indonesia Tidak Akan Kalah Melawan Desas-desus

Redaksi Penulis Redaksi
Minggu, 08/02/2026 | 02:55 WIB
Indonesia Tidak Akan Kalah Melawan Desas-desus
Bagi ke WhatsAppBagi Ke Twitter

Oleh: Arvindo Noviar, Plt Ketua Umum Partai Rakyat. 

Mengapa cerita tentang kolor ijo, Mr. Gepeng, suster ngesot, dan hantu-hantu lain dapat bertahan selama puluhan tahun, padahal hampir tidak seorang pun mampu membuktikan keberadaannya?

Sederhana. Desas-desus dapat hidup tanpa memerlukan pembuktian.

Mula-mula seseorang mendengar cerita. Cerita itu menetap di dalam pikirannya. Malam tiba. Tirai yang tertiup angin dalam cahaya temaram tampak seperti sosok berdiri. Pantulan benda pada kaca seolah menyerupai wajah.

Bayangan pohon yang bergerak seolah sedang mengintai. Jantung berdetak lebih cepat, darah berdesir, bulu kuduk berdiri. Orang yang mengalaminya tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, lalu memilih tunduk pada keyakinan bahwa ia baru saja melihat hantu.

Kemudian, cerita tersebut berpindah dari satu orang kepada orang lainnya. Semakin banyak yang percaya, semakin banyak pula orang merasa pernah melihat hantu itu. Ia bahkan menjadi tema yang paling sering muncul dalam film-film di bioskop tanah air.

Hantu itu tidak pernah datang. Desas-desus telah melahirkannya.

Jleg!

Desas-desus mengenai kerusuhan Agustus muncul melalui mekanisme yang serupa. Mula-mula beredar kabar bahwa Indonesia akan dilanda kerusuhan. Tanggalnya tidak pasti. Pelakunya tidak dapat diverifikasi. Rancangannya tidak terlihat. Struktur gerakannya tidak diketahui. Namun, kabar tersebut terus berpindah dari satu warung ke warung lain, dari satu grup percakapan ke grup berikutnya, hingga perlahan diperlakukan sebagai kenyataan.

Setelah itu, setiap rutinitas dibaca sebagai gejala. Pagar yang dipasang di depan gedung dianggap sebagai bukti bahwa kerusuhan akan datang. Kendaraan aparat yang melintas dipandang sebagai tanda keadaan genting. Toko yang menutup lebih awal disebut sebagai pertanda akan terjadi penjarahan. Jalan yang lengang dibaca sebagai suasana yang mencekam.

Padahal, seluruh tindakan tersebut dapat muncul karena orang telah lebih dahulu mempercayai desas-desus.

Desas-desus melahirkan ketakutan. Ketakutan melahirkan tindakan berjaga-jaga. Tindakan berjaga-jaga lalu dipakai sebagai bukti bahwa desas-desus itu benar. Lingkaran ini terus berputar sampai masyarakat kesulitan membedakan ancaman nyata dari akibat yang lahir melalui ketakutannya sendiri.

Rasa-rasanya kita perlu berhenti sejenak dan mulai mengatur napas.

Pertanyaan utama tidak cukup berhenti pada benar atau salahnya desas-desus. Kita perlu bertanya ke mana desas-desus ini akan berlabuh.

Dalam dunia investigasi perkara korupsi dikenal ungkapan follow the money. Dalam geopolitik dikenal ungkapan follow the oil. Ikuti aliran uang, maka aktor intelektual akan tersingkap. Ikuti aliran minyak, maka arah peperangan dapat terbaca.

Desas-desus pun dapat dilacak melalui cara yang sama.

Follow the fear. Ikuti ke mana ketakutan bergerak. Ikuti siapa yang menunda investasi. Ikuti siapa yang memperoleh keuntungan politik. Ikuti siapa yang mendapatkan panggung. Ikuti siapa yang memperoleh alasan untuk memperbesar kewenangan. Ikuti siapa yang diuntungkan oleh merosotnya kepercayaan publik.

Setiap isu bergerak menuju sebuah pelabuhan. Sebagian lahir tanpa perencanaan. Sebagian lain sengaja ditiup, diperbesar, atau diarahkan. Asal-usulnya mungkin sederhana, sementara akibatnya dapat menyebar jauh. Sebuah pesan anonim dapat berubah menjadi kecemasan nasional setelah diteruskan oleh ribuan orang yang merasa sedang memperingatkan sesamanya.

Di situlah letak bahaya desas-desus kerusuhan. Ia bahkan tidak perlu menunggu satu batu pun dilemparkan untuk mulai merusak Indonesia.

Desas-desus dapat membuat masyarakat saling mencurigai. Pelaku usaha menahan ekspansi. Investor menunda keputusan. Konsumen mengurangi belanja. Perusahaan menambah biaya keamanan. Pertemuan bisnis dibatalkan. Perjalanan ditunda. Toko ditutup lebih awal. Aktivitas ekonomi melambat.

Kerusuhan belum tentu terjadi, sementara kerugiannya telah mulai berantai.

Modal sangat peka terhadap ketidakpastian. Para pemilik modal dapat menghadapi resiko yang terukur. Mereka dapat menghitung harga, permintaan, persaingan, pajak, suku bunga, dan biaya produksi.

Desas-desus menghadirkan resiko yang sulit dihitung karena batas kejadiannya kabur. Tidak diketahui kapan dimulai, berapa lama berlangsung, wilayah mana yang terdampak, atau seberapa besar kemampuan negara mengendalikannya.

Akibatnya, keputusan investasi ditahan. Pelaku usaha memilih menunggu. Biaya resiko meningkat. Kepercayaan menurun. Sebuah bangsa dapat kehilangan kesempatan ekonomi hanya karena terlalu banyak orang mempercayai peristiwa yang belum terjadi.

Desas-desus juga merusak hubungan sosial. Mahasiswa yang berdiskusi dipandang sebagai calon perusuh. Buruh yang menyampaikan tuntutan dianggap sedang menyiapkan kekacauan. Kerumunan warga dibaca sebagai ancaman. Kritik kepada pemerintah dicurigai sebagai bagian dari operasi politik.

Suasana semacam ini sangat berbahaya. Ia membuat negara memandang warga dengan curiga, sementara warga memandang negara dengan rasa takut. Setiap pihak memasuki ruang publik dengan prasangka. Satu kesalahpahaman kecil dapat tumbuh menjadi benturan besar.

Karena itu, demonstrasi harus dibedakan secara tegas dari kerusuhan. Demonstrasi merupakan hak warga negara. Ia menjadi jalan bagi mahasiswa, buruh, masyarakat sipil, dan kelompok lain untuk menyampaikan pendapat. Kerusuhan mengandung kekerasan, perusakan, penyerangan, dan hilangnya kendali hukum.

Menyamakan demonstrasi dengan kerusuhan hanya akan membuat suasana semakin tegang. Peserta aksi datang dengan perasaan dicurigai. Aparat turun dengan bayangan ancaman. Jarak antara warga dan negara menjadi semakin lebar.

Indonesia tentu memiliki persoalan ekonomi, politik, dan sosial yang harus diselesaikan. Pemutusan hubungan kerja terjadi. Biaya hidup membebani banyak rumah tangga. Lapangan kerja formal semakin sulit diperoleh. Kelas menengah menghadapi cicilan, biaya pendidikan, kebutuhan rumah tangga, serta ketidakpastian penghasilan.

Mahasiswa membawa kritik mengenai pendidikan, demokrasi, hukum, dan arah pembangunan. Buruh menyuarakan upah, perlindungan kerja, serta sistem alih daya. Masyarakat menuntut pemerintahan yang jujur, hukum yang adil, dan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan umum. Seluruh persoalan itu nyata.

Namun, kenyataan adanya masalah tidak dapat dipakai sebagai dasar untuk menyimpulkan bahwa Indonesia pasti akan dilanda kerusuhan nasional. Antara keresahan dan kerusuhan terbentang jalan panjang yang dapat diisi oleh dialog, kebijakan, komunikasi, perundingan, hukum, serta kedewasaan politik.

Kerusuhan sering tumbuh setelah akal sehat menyerah kepada ketakutan.

Negara memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga ketenangan tanpa meremehkan keresahan. Pemerintah perlu memberikan informasi secara jernih. Aparat harus bertindak terukur. Media wajib memeriksa kabar sebelum menyebarkannya. Tokoh politik, aktivis, pengamat, dan pemimpin organisasi perlu memahami bahwa setiap ucapan tentang kerusuhan dapat memengaruhi perilaku masyarakat serta keputusan ekonomi.

Kewaspadaan tetap diperlukan. Kewaspadaan harus dibedakan dari kepanikan.

Kewaspadaan bekerja melalui data, verifikasi, perhitungan, dan kesiapan. Kepanikan hidup dari dugaan, potongan informasi, video tanpa konteks, serta pesan anonim yang diulang berkali-kali.

Indonesia tidak memerlukan ketenangan palsu. Indonesia memerlukan kewarasan bersama.

Negeri ini telah melewati krisis ekonomi, terorisme, konflik sosial, bencana besar, pandemi, pergantian pemerintahan, dan berbagai gejolak politik. Ketahanannya dibangun oleh jutaan orang yang tetap bekerja, belajar, berdagang, mengajar, bertani, mengemudi, menjaga keamanan, merawat keluarga, serta mempertahankan kehidupan sehari-hari.

Indonesia berdiri di atas pekerjaan mereka. Jangan biarkan desas-desus mengambil alih akal sehat. Periksa setiap informasi. Uji setiap kabar. Cari sumbernya. Pastikan tanggal dan tempatnya. Jangan meneruskan pesan hanya karena terdengar menegangkan.

Jangan membiarkan ketakutan orang lain tinggal di dalam kepala kita tanpa pemeriksaan.

Cerita tentang hantu bertahan karena manusia sering melihat apa yang telah lebih dahulu ditanamkan ke dalam pikirannya. Tirai berubah menjadi sosok. Pantulan kaca berubah menjadi wajah. Bayangan pohon berubah menjadi makhluk yang mengintai.

Desas-desus kerusuhan pun dapat melakukan hal yang sama terhadap sebuah bangsa. Pagar berubah menjadi tanda perang. Kerumunan berubah menjadi ancaman. Demonstrasi berubah menjadi ramalan kehancuran. Persiapan berubah menjadi kepastian bencana. Kita harus mematahkan cara berpikir itu. Indonesia tidak akan kalah melawan desas-desus.

Selama rakyatnya masih memilih memeriksa sebelum percaya, berpikir sebelum takut, serta menjaga bangsa ini dari bayangan yang diciptakan oleh pikirannya sendiri.

MengirimMenciak

Baca Juga

Membedakan Kritik, Heater dan Buzzer Dalam Ruang Publik Kita
Opini

Membedakan Kritik, Heater dan Buzzer Dalam Ruang Publik Kita

15 Mei 2026
Di Ambang Eskalasi: Mengukur Arah Konflik Israel–Iran
Opini

Di Ambang Eskalasi: Mengukur Arah Konflik Israel–Iran

1 Maret 2026
Sekda Aceh: Tugas Atau Catur?
Opini

Sekda Aceh: Tugas Atau Catur?

2 Februari 2026
Membangun Aceh Tangguh Bencana
Opini

Membangun Aceh Tangguh Bencana

24 Januari 2026
Bencana Aceh, Negara, dan Paradoks Kekuasaan
Opini

Bencana Aceh, Negara, dan Paradoks Kekuasaan

28 Desember 2025
Bayang-Bayang Ratu Kegelapan di Tanah Aceh
Opini

Bayang-Bayang Ratu Kegelapan di Tanah Aceh

8 November 2025
  • “Sang Pengkhianat”

    “Sang Pengkhianat”

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Pembunuh di Aceh Timur Terungkap, Pelaku Ditangkap dalam Waktu 1 Jam

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Oknum Ketua PPS di Simpang Ulim Diduga Arahkan Anggotanya Pilih Paslon Tole untuk Bupati Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Tragedi Hari Kemerdekaan: Bocah 10 Tahun Tewas Tersengat Listrik di Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Isu Politik Bayangi Pemulihan, Diduga Ada Operasi Jatuhkan Marwah Bupati Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0

Berita Lainnya

Perkuat Sinergi Forkopimda, Bupati Al-Farlaky Dan Kapolres Baru Aceh Timur Bahas Keamanan Dan Pembangunan Daerah

Perkuat Sinergi Forkopimda, Bupati Al-Farlaky Dan Kapolres Baru Aceh Timur Bahas Keamanan Dan Pembangunan Daerah

Penulis Redaksi
18 September 2026

ACEH TIMUR | Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menerima kunjungan silaturahmi Kapolres Aceh Timur yang baru AKBP Aris Cai...

Respon Keluhan Balap Liar Hingga Narkoba, Polres Langsa Siapkan Penindakan dan Gampong Zero Judi Online

Respon Keluhan Balap Liar Hingga Narkoba, Polres Langsa Siapkan Penindakan dan Gampong Zero Judi Online

Penulis Redaksi
18 September 2026

LANGSA | Berbagai pelanggaran hukum mulai dari balap liar, anak di bawah umur mengendarai motor, hingga dugaan narkoba dan judi...

Bantah Jadup Tak Pernah Diterima, Pemkab Aceh Timur: Tahap Pertama Rp 100 Miliar Sudah Cair

Bantah Jadup Tak Pernah Diterima, Pemkab Aceh Timur: Tahap Pertama Rp 100 Miliar Sudah Cair

Penulis Redaksi
17 September 2026

ACEH TIMUR | Pemerintah Kabupaten Aceh Timur membantah kabar yang menyebut bantuan Jaminan Hidup (Jadup) bagi korban banjir tidak pernah...

Dukungan KKP Tiba, Bupati Al-Farlaky: Ini Langkah Awal Pemulihan Perikana di Aceh Timur

Dukungan KKP Tiba, Bupati Al-Farlaky: Ini Langkah Awal Pemulihan Perikana di Aceh Timur

Penulis Redaksi
16 September 2026

ACEH TIMUR | Harapan pembudidaya tambak di Aceh Timur untuk bangkit pascabanjir mulai menemukan titik terang. Rabu (16/9/2026), Kementerian Kelautan...

Berita Online, BisaBaca

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami

  • Masuk
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In