• Terbaru
Di Ambang Eskalasi: Mengukur Arah Konflik Israel–Iran

Di Ambang Eskalasi: Mengukur Arah Konflik Israel–Iran

1 Maret 2026
Kepsek Menebang, Kapolres Aceh Timur Tanam Kembali Pohon Lewat Program Green Policing

Kepsek Menebang, Kapolres Aceh Timur Tanam Kembali Pohon Lewat Program Green Policing

30 Oktober 2026
Dukung Pelayanan Dasar, Bupati Al-Farlaky Serahkan 6 Ambulans dan 2 Truk Sampah

Dukung Pelayanan Dasar, Bupati Al-Farlaky Serahkan 6 Ambulans dan 2 Truk Sampah

28 Oktober 2026
Gelar Maulid dan Donor Darah, UPTD Puskesmas Simpang Ulim Tebar Kepedulian di Momen Kelahiran Nabi

Gelar Maulid dan Donor Darah, UPTD Puskesmas Simpang Ulim Tebar Kepedulian di Momen Kelahiran Nabi

27 Oktober 2026
Di Musda Golkar, Al-Farlaky: Jangan Ada Sekat Politik untuk Bangun Aceh Timur

Di Musda Golkar, Al-Farlaky: Jangan Ada Sekat Politik untuk Bangun Aceh Timur

27 Oktober 2026
Dibangun Era Al-Farlaky, Jembatan Keude Ong yang Sempat Amblas Kini Fungsional

Dibangun Era Al-Farlaky, Jembatan Keude Ong yang Sempat Amblas Kini Fungsional

20 Oktober 2026
Syahrul Gugat Proses RUPS untuk Jaga Nama Baik Mualem

Syahrul Gugat Proses RUPS untuk Jaga Nama Baik Mualem

17 Oktober 2026
Respon Keluhan Warga, Bupati Al-Farlaky Panggil Direktur PDAM dan Bentuk Tim Audit

Respon Keluhan Warga, Bupati Al-Farlaky Panggil Direktur PDAM dan Bentuk Tim Audit

14 Oktober 2026
Dun P3 Laporkan Yulinda ke Polres Aceh Timur, Ini Kasusnya! 

Dun P3 Laporkan Yulinda ke Polres Aceh Timur, Ini Kasusnya! 

6 Oktober 2026
Tinjau Jalan Lhok Dalam–Panton Rayeok, Bupati Al-Farlaky Pastikan Pembangunan Permanen 2027

Tinjau Jalan Lhok Dalam–Panton Rayeok, Bupati Al-Farlaky Pastikan Pembangunan Permanen 2027

2 Oktober 2026
Tim Pengacara Minta Kematian M Rasya Fadilla Diusut Lebih Serius

Tim Pengacara Minta Kematian M Rasya Fadilla Diusut Lebih Serius

2 Oktober 2026
Terungkap, Izin Lingkungan PT Bumi Flora Ternyata Diteken Bupati Rocky pada 2016

Terungkap, Izin Lingkungan PT Bumi Flora Ternyata Diteken Bupati Rocky pada 2016

29 September 2026
Bupati Al-Farlaky Tambah Anggran Rp 1 Milliar, Pengaspalan Jalan Kota Idi Tahap Dua Dilaksanakan Akhir Tahun

Bupati Al-Farlaky Tambah Anggran Rp 1 Milliar, Pengaspalan Jalan Kota Idi Tahap Dua Dilaksanakan Akhir Tahun

28 September 2026
Berita Online, BisaBaca
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
Berita Online, BisaBaca

Di Ambang Eskalasi: Mengukur Arah Konflik Israel–Iran

Redaksi Penulis Redaksi
Minggu, 03/01/2026 | 11:00 WIB
Di Ambang Eskalasi: Mengukur Arah Konflik Israel–Iran

Foto: Ilustrasi.

Bagi ke WhatsAppBagi Ke Twitter

Oleh: Pius Lustrilanang, seorang aktivis 1990-an dan politikus Indonesia.

Serangan Israel terhadap Iran yang segera dibalas oleh Teheran menandai fase baru dalam ketegangan Timur Tengah. Ini bukan lagi perang bayangan atau sekadar konflik proksi, melainkan konfrontasi langsung dua kekuatan regional yang selama puluhan tahun saling mengancam namun berhati-hati untuk tidak melewati ambang tertentu. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah konflik itu serius, melainkan seberapa jauh ia akan berkembang.

Dalam studi hubungan internasional, kekuatan militer modern tidak hanya soal kemampuan menghancurkan, tetapi juga kemampuan mengirim sinyal. Thomas Schelling dalam Arms and Influence (1966) menegaskan bahwa penggunaan kekuatan adalah bentuk komunikasi strategis. Serangan Israel dapat dibaca sebagai upaya pre-emptive untuk menunjukkan bahwa ancaman yang dipersepsikan eksistensial tidak akan dibiarkan tumbuh. Balasan Iran, di sisi lain, adalah pesan bahwa wilayah dan kedaulatannya tidak dapat disentuh tanpa konsekuensi.

Respons Iran menarik untuk dicermati. Retorika yang digunakan keras—balasan tanpa kelonggaran dan pembelaan total terhadap kedaulatan. Namun tindakan awalnya tetap terukur dan menargetkan sasaran militer. Di sini terlihat apa yang dijelaskan Robert Jervis dalam Perception and Misperception in International Politics (1976): negara harus menyeimbangkan antara menunjukkan tekad dan menghindari spiral eskalasi akibat salah baca niat lawan.

Logika rasionalitas ini sejalan dengan argumen Kenneth Waltz dalam Theory of International Politics (1979) bahwa dalam sistem internasional yang anarkis, negara bertindak untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Perang total bukan pilihan ringan. Perang panjang akan menguras ekonomi Iran, menguji stabilitas internal, dan membuka risiko keterlibatan langsung Amerika Serikat dalam skala lebih luas. Israel pun menghadapi risiko perang multi-front jika jaringan sekutu Iran di kawasan bergerak penuh.

Karena itu, skenario paling realistis pada tahap ini adalah eskalasi terbatas. Serangan dan balasan terjadi, tetapi masih dalam batas yang dapat dikendalikan. Glenn Snyder dalam Deterrence and Defense (1961) menyebut situasi semacam ini sebagai stabilitas di bawah ketegangan tinggi—ketika aktor saling menekan, namun tetap menjaga agar konflik tidak melewati ambang yang mengancam keseimbangan sistem.

Namun sejarah menunjukkan bahwa perang jarang berkembang sesuai rencana awal. Graham Allison dalam Essence of Decision (1971) memperlihatkan bagaimana krisis dapat membesar bukan hanya karena niat agresif, tetapi karena bias organisasi, tekanan politik domestik, dan salah persepsi. Setiap korban sipil, setiap kesalahan kalkulasi, berpotensi mengubah tekanan politik dan memaksa eskalasi lanjutan.

Konflik ini juga tidak berdiri dalam ruang hampa kawasan. Barry Buzan dan Ole Wæver dalam Regions and Powers: The Structure of International Security (2003) menjelaskan bahwa Timur Tengah adalah sebuah regional security complex dengan tingkat interdependensi keamanan yang sangat tinggi. Ketegangan di satu titik dengan cepat menjalar ke negara lain.

Dalam konteks ini, kebijakan Iran tidak bisa dilepaskan dari strategi regionalnya. Vali Nasr dalam The Shia Revival (2006) menjelaskan bagaimana Iran memadukan kepentingan geopolitik dengan narasi identitas dan kepemimpinan kawasan. Jaringan sekutu non-negara di Lebanon, Irak, Suriah, dan Yaman menjadi instrumen pengaruh yang memungkinkan Iran memperluas respons tanpa selalu terlibat dalam perang konvensional langsung. Fawaz Gerges dalam The New Middle East (2014) bahkan menunjukkan bahwa fragmentasi negara-negara Arab pasca-Arab Spring membuat kawasan ini semakin rentan terhadap konflik lintas batas dan perang proksi berkepanjangan.

Jika konflik meluas hingga mengganggu jalur energi seperti Selat Hormuz, dampaknya akan sistemik. Robert Keohane dan Joseph Nye dalam Power and Interdependence (1977) menekankan bahwa dalam dunia yang saling terhubung, konflik regional memiliki implikasi global melalui interdependensi ekonomi. Gangguan energi berarti lonjakan harga minyak, tekanan inflasi, dan gejolak pasar keuangan global.

Skenario paling ekstrem—perang besar multi-blok—memiliki probabilitas lebih kecil. John Mearsheimer dalam The Tragedy of Great Power Politics (2001) berargumen bahwa kekuatan besar cenderung berhati-hati membuka front konflik yang tidak menyentuh kepentingan vital langsung mereka. Rusia dan China memiliki insentif kuat untuk menghindari keterlibatan militer langsung yang mengguncang stabilitas global dan kepentingan ekonomi mereka sendiri.

Namun sebagaimana diingatkan Carl von Clausewitz dalam On War (1832), perang selalu mengandung kabut dan friksi. Konflik dapat bergerak melampaui niat awal para aktor. Risiko terbesar bukanlah niat untuk perang total, melainkan kemungkinan kehilangan kendali atas eskalasi.

Pada titik ini, indikasi menunjukkan bahwa para aktor utama masih bertindak dalam kerangka rasionalitas strategis. Mereka ingin menunjukkan kekuatan dan menjaga kredibilitas, bukan menghancurkan keseimbangan sepenuhnya. Tetapi ruang kesalahan semakin sempit.

Konflik Israel–Iran kini berada di persimpangan. Ia bisa menjadi episode eskalasi singkat yang diredakan melalui tekanan diplomatik dan kalkulasi rasional. Atau ia bisa menjadi pemicu perubahan keseimbangan kekuatan di Timur Tengah yang lebih dalam.

Sejarah akan mencatat bukan hanya siapa yang menembakkan rudal pertama, tetapi siapa yang cukup bijak untuk menghentikan spiral eskalasi sebelum logika perang mengalahkan logika rasionalitas.

MengirimMenciak

Baca Juga

Indonesia Tidak Akan Kalah Melawan Desas-desus
Opini

Indonesia Tidak Akan Kalah Melawan Desas-desus

2 Agustus 2026
Membedakan Kritik, Heater dan Buzzer Dalam Ruang Publik Kita
Opini

Membedakan Kritik, Heater dan Buzzer Dalam Ruang Publik Kita

15 Mei 2026
Sekda Aceh: Tugas Atau Catur?
Opini

Sekda Aceh: Tugas Atau Catur?

2 Februari 2026
Membangun Aceh Tangguh Bencana
Opini

Membangun Aceh Tangguh Bencana

24 Januari 2026
Bencana Aceh, Negara, dan Paradoks Kekuasaan
Opini

Bencana Aceh, Negara, dan Paradoks Kekuasaan

28 Desember 2025
Bayang-Bayang Ratu Kegelapan di Tanah Aceh
Opini

Bayang-Bayang Ratu Kegelapan di Tanah Aceh

8 November 2025
  • “Sang Pengkhianat”

    “Sang Pengkhianat”

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Pembunuh di Aceh Timur Terungkap, Pelaku Ditangkap dalam Waktu 1 Jam

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Oknum Ketua PPS di Simpang Ulim Diduga Arahkan Anggotanya Pilih Paslon Tole untuk Bupati Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Tragedi Hari Kemerdekaan: Bocah 10 Tahun Tewas Tersengat Listrik di Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Isu Politik Bayangi Pemulihan, Diduga Ada Operasi Jatuhkan Marwah Bupati Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0

Berita Lainnya

Kepsek Menebang, Kapolres Aceh Timur Tanam Kembali Pohon Lewat Program Green Policing

Kepsek Menebang, Kapolres Aceh Timur Tanam Kembali Pohon Lewat Program Green Policing

Penulis Redaksi
30 Oktober 2026

ACEH TIMUR | Polemik penebangan pohon peneduh di SMA Negeri 1 Simpang Ulim, Aceh Timur, mendapat babak baru. Setelah sebelumnya...

Dukung Pelayanan Dasar, Bupati Al-Farlaky Serahkan 6 Ambulans dan 2 Truk Sampah

Dukung Pelayanan Dasar, Bupati Al-Farlaky Serahkan 6 Ambulans dan 2 Truk Sampah

Penulis Redaksi
28 Oktober 2026

ACEH TIMUR | Dukungan Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky terhadap pelayanan dasar masyarakat diwujudkan secara nyata. Tidak hanya sektor...

Gelar Maulid dan Donor Darah, UPTD Puskesmas Simpang Ulim Tebar Kepedulian di Momen Kelahiran Nabi

Gelar Maulid dan Donor Darah, UPTD Puskesmas Simpang Ulim Tebar Kepedulian di Momen Kelahiran Nabi

Penulis Redaksi
27 Oktober 2026

ACEH TIMUR | UPTD Puskesmas Simpang Ulim menggelar dua kegiatan sekaligus dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Selain menggelar...

Di Musda Golkar, Al-Farlaky: Jangan Ada Sekat Politik untuk Bangun Aceh Timur

Di Musda Golkar, Al-Farlaky: Jangan Ada Sekat Politik untuk Bangun Aceh Timur

Penulis Redaksi
27 Oktober 2026

IDI RAYEUK | Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, menegaskan komitmennya untuk merangkul semua kekuatan politik dalam membangun Aceh Timur....

Berita Online, BisaBaca

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami

  • Masuk
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In