ACEH TIMUR | Kenaikan harga plastik dalam beberapa pekan terakhir mulai menghantam pedagang kecil di pasar tradisional. Di Pajak Lhoknibong, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, pedagang kue jadi salah satu yang paling terpukul.
Harga plastik melonjak 30–40 persen, padahal bahan ini wajib dipakai pedagang untuk mengemas kue sebelum dijual. Akibatnya, modal usaha ikut terkerek naik.
“Sekarang plastik mahal, jadi modal bertambah. Untung jadi makin kecil,” kata Mariadi, salah satu pedagang kue di pasar tersebut.
Sejumlah pedagang mengaku terpaksa mengurangi stok pembelian plastik karena harga makin mahal. Di sisi lain, mereka serba salah: menaikkan harga jual berisiko ditinggal pembeli.
“Kalau harga dinaikkan, takut pembeli lari,” tandasnya.
Kenaikan biaya produksi yang tak sebanding dengan daya beli masyarakat membuat margin usaha makin tipis. Jika pedagang akhirnya menaikkan harga, konsumen juga kena imbas.
Jajanan harian bisa makin mahal dan perlahan menekan daya beli warga yang mengandalkan pasar tradisional.
“Kami berharap harga plastik bisa kembali stabil agar usaha kami tidak semakin tertekan. Selain itu, kami juga berharap adanya solusi dari pemerintah untuk membantu pelaku usaha kecil menghadapi kenaikan biaya ini,” ujar Mariadi.
Laporan: Nanda Rizki

























