#Air Tak Mengalir Berbulan-bulan di Madat, Lhoknibong, Idi hingga Peureulak, Bupati: Jangan Sampai Rakyat Terus Beli Air di Bulan Maulid
ACEH TIMUR | Merespon masifnya komplain pelanggan terkait krisis air bersih, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, langsung memanggil Direktur PDAM Tirta Peusada beserta seluruh jajaran manajemen untuk rapat evaluasi kinerja di Pendopo Bupati Aceh Timur, Rabu (14/10/2026).
Rapat tersebut digelar menyusul laporan gangguan distribusi air bersih yang melanda sejumlah kecamatan dalam beberapa pekan terakhir, mulai dari Madat, Lhoknibong Pante Bidari, Idi Rayeuk, Nurussalam, hingga Peureulak.
Bupati Al-Farlaky menegaskan, rapat ini adalah rapat perdana yang ia pimpin secara langsung bersama PDAM, sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menjawab keluhan publik.
“Ini harus segera kita sikapi agar permasalahan di tubuh PDAM bisa diketahui dan kita cari jalan keluarnya. Kita ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi sehingga pelayanan air bersih kepada masyarakat belum berjalan sebagaimana mestinya,” kata Al-Farlaky dalam rapat tersebut.
Al-Farlaky menekankan, PDAM sebagai perusahaan daerah yang mengelola hajat hidup orang banyak, wajib bekerja maksimal. Keluhan masyarakat, menurutnya, tidak bisa dijawab dengan sekadar penjelasan teknis.
“Komplain pelanggan belakangan ini semakin masif. Ini harus kita jawab dengan solusi yang konkret. Kalau air berbulan-bulan tidak mengalir, tentu masyarakat membutuhkan penjelasan yang jelas dan tindakan nyata dari PDAM,” tegasnya.
Bupati yang akrab disapa Al-Farlaky itu juga mengingatkan, di Bulan Maulid kebutuhan air masyarakat meningkat drastis untuk kegiatan keagamaan dan rumah tangga.
“Masyarakat tidak boleh terus-menerus membeli air, apalagi ini bulan Maulid kebutuhan air meningkat,” sebut Al-Farlaky.
Ia juga menyoroti pentingnya keselarasan antara prestasi di atas kertas dengan pelayanan nyata di lapangan.
“Kita ingin ada penjelasan yang baik dan terbuka. Jangan sampai capaian atau penghargaan yang diperoleh tidak sejalan dengan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Yang paling penting, pelanggan merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Bentuk Tim Audit dan Wajib Buka Informasi
Sebagai langkah konkret, Bupati Al-Farlaky memerintahkan segera dibentuk Tim Audit Independen untuk mengevaluasi total kondisi PDAM Tirta Peusada. Tim tersebut akan mengidentifikasi persoalan teknis, manajerial, dan operasional yang menghambat pelayanan.
“Tim ini segera bekerja. Kita harus mencari jalan keluarnya. Kita tidak ingin pelanggan terus merasa tidak puas dengan pelayanan yang diberikan. Tujuan kita adalah melakukan perbaikan agar masyarakat mendapatkan layanan air bersih sebagaimana mestinya,” pungkas Al-Farlaky.
Selain pembenahan teknis, Bupati juga meminta PDAM mengoptimalkan keterbukaan informasi melalui kanal media sosial resmi.
“Informasi mengenai gangguan teknis, kendala di lapangan, perkembangan penanganan, hingga capaian kinerja perusahaan harus disampaikan secara terbuka agar masyarakat mengetahui kondisi yang sebenarnya,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Peusada, Iskandar, mengakui masih terdapat sejumlah kendala teknis di lapangan. Ia menjelaskan, beberapa sistem pompanisasi yang digunakan saat ini sudah berusia tua sehingga membutuhkan perawatan rutin dan peremajaan.
“Pihaknya menyatakan akan terus melakukan pembenahan terhadap sistem pelayanan dan operasional PDAM agar distribusi air bersih kepada masyarakat dapat berjalan lebih maksimal,” tutup Iskandar.

























