• Terbaru
Aceh Harus Maju Tanpa Otsus

Aceh Tenggara, Antara Krisis Politik Ide dan Gagasan

19 November 2024
Sopir Truk Sumringah: Jalan Berlubang di Aceh Timur Kini Mulus di Era Al-Farlaky

Sopir Truk Sumringah: Jalan Berlubang di Aceh Timur Kini Mulus di Era Al-Farlaky

8 Mei 2026
Satgas PPA Sodorkan Nama Martini ke Kejati: Dugaan Korupsi Pokir Rp miliaran

Satgas PPA Sodorkan Nama Martini ke Kejati: Dugaan Korupsi Pokir Rp miliaran

8 Mei 2026
Kritik Mudhakir: Bu Dewan, Sejarah Tak Catat Jumlah Statusmu

Kritik Mudhakir: Bu Dewan, Sejarah Tak Catat Jumlah Statusmu

7 Mei 2026
Demi Kamtibmas Kondusif, Kapolsek Idi Tunong Blusukan Serap Persoalan Warga

Demi Kamtibmas Kondusif, Kapolsek Idi Tunong Blusukan Serap Persoalan Warga

6 Mei 2026
Plt Sekda Aceh Timur Lantik Dua Kabid Disdikbud: Jaga Amanah, Tingkatkan Mutu Pendidikan

Plt Sekda Aceh Timur Lantik Dua Kabid Disdikbud: Jaga Amanah, Tingkatkan Mutu Pendidikan

6 Mei 2026
Tanpa Seleksi JPT, Wali Kota Langsa Pilih Rotasi Plt Lagi: Boby ke Kesbangpol, Sopian ke Disdikbud

Tanpa Seleksi JPT, Wali Kota Langsa Pilih Rotasi Plt Lagi: Boby ke Kesbangpol, Sopian ke Disdikbud

5 Mei 2026
Bupati Al-Farlaky Serahkan Rumah Layak Huni di Julok

Bupati Al-Farlaky Serahkan Rumah Layak Huni di Julok

4 Mei 2026
7 Guru Aceh Timur Terima Penghargaan di Hardiknas, Al-Farlaky: Teruslah Menginspirasi

7 Guru Aceh Timur Terima Penghargaan di Hardiknas, Al-Farlaky: Teruslah Menginspirasi

4 Mei 2026
Korban Banjir Bireuen Ultimatum Bupati: Cairkan Dana Tunggu Huni 7 Hari, Jika Tidak Aksi Lebih Besar

Korban Banjir Bireuen Ultimatum Bupati: Cairkan Dana Tunggu Huni 7 Hari, Jika Tidak Aksi Lebih Besar

4 Mei 2026
Diguyur Hujan, Bupati Al-Farlaky Turun Podium Ikut Basah di Upacara Hardiknas Aceh Timur

Diguyur Hujan, Bupati Al-Farlaky Turun Podium Ikut Basah di Upacara Hardiknas Aceh Timur

4 Mei 2026
Saat Permusuhan Dijadikan Komando: Bahaya Politik Isolasi di Tengah Kita

Saat Permusuhan Dijadikan Komando: Bahaya Politik Isolasi di Tengah Kita

4 Mei 2026
Nelayan Aceh Timur Masih Ditahan di Thailand, Bupati Al-Farlaky: Kami Terus Koordinasi dengan KBRI

Nelayan Aceh Timur Masih Ditahan di Thailand, Bupati Al-Farlaky: Kami Terus Koordinasi dengan KBRI

3 Mei 2026
Berita Online, BisaBaca
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
Berita Online, BisaBaca

Aceh Tenggara, Antara Krisis Politik Ide dan Gagasan

Artikel ini membahas tentang Budaya Politik yang dianut oleh mayoritas Masyarakat di Kabuaten Aceh Tenggara

Redaksi Penulis Redaksi
Selasa, 11/19/2024 | 17:32 WIB
Aceh Harus Maju Tanpa Otsus

Martha Beruh, S. IP., M. AP., pengamat Politik/Koordinator Aktivis Millenial Aceh. Foto: Istimewa.

Bagi ke WhatsAppBagi Ke Twitter

Penulis: Martha Beruh, S. IP., M. AP
Pengamat Politik/Koordinator Aktivis Millenial Aceh

BANDA ACEH, BISAAPA.CO.ID | Tahun 2024 merupakan tahun politik menjadi momentum bagi masyarakat menentukan seorang pemimpin, termasuk masyarakat Aceh Tenggara juga ikut serta dalam pemilihan kepala daerah pada tanggal 27 November 2024 mendatang. Kabupaten Aceh Tenggara merupakan salah satu Kabupaten yang berada di Provinsi Aceh, daerah ini memiliki sumber daya alam yang melimpah, Masyarakat Aceh Tenggara dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mayoritas berprofesi sebagai Petani pekebun dan peternak. Ada beberapa Produk pertanian yang begitu unggul di daerah ini, seperti kakau, karet, pinang, jagung dan jenis lainnya.

Momentum Pemilihan kepala daerah 27 November 2024 mendatang sebenarnya harus di manfaatkan dalam menentukan pemimpin yang memiliki visi-misi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui potensi daerah yang ada dan berkelanjutan. Namun tampaknya cita – cita ini sulit terwujud jika masyarakat tidak cerdas dalam berpolitik, dalam demokrasi seorang pemimpin ditentukan oleh rakyat melalui pemilihan langsung, seperti yang dikatakan salah satu Filsuf yang bernama Aristoteles, kekuasaan tertinggi ada di tangan Rakyat. Kalimat tersebut dapat diartikan bahwa sebagai rakyat kita juga di tuntut untuk cerdas, cerdas dalam memilih. Karena pemilih yang cerdas akan menentukan pemimpin yang berkualitas.

Budaya Politik di Kabupaten Aceh Tenggara

Secara teoritis menurut Almond & Verba (1963) Menjelaskan Budaya Politik adalah sikap dan orientasi yang Khas pada warga negara, budaya politik menurut Almond & verba memiliki tiga tipe, pertama budaya politik parokeal dimana tipe yang satu ini partisipasi masyarakat dalam berpolitik rendah acuh tidak acuh terhadap politik dan anti ketika bicara politik, kedua budaya politik Kaula tipe budaya politik satu ini bisa dibilang satu tingkat lebih tinggi dari tipe budaya politik Parokeal namun masih belum sempurna, contoh kecil mereka paham politik namun enggan terlibat dalam politik, namum ketika bicara politik belum membicarakan politik gagasan. selanjutnya jenis budaya politik yang ketiga, Budaya Politik Partisan, tipe budaya politik satu ini bisa dikatakan tipe budaya politik yang lebih tinggi dari tipe budaya politik Parokeal dan kaula dimana dapat dikatakan Masyarakat nya memiliki pemikiran politik gagasan dan pemahaman Politik yang lebih tinggi dan aktif, dan mau terlibat dalam Politik.

Secara umum budaya politik masyarakat di Aceh Tenggara bisa di katakan budaya politik campuran Kombinasi ketiga dari tipe budaya politik yang di jelaskan diatas, Parokeal, Kaula, dan Partisipan , Namun jika kita lihat dari segi Persentase Mungkin akan cenderung ke 70% menganut tipe Budaya Politik Kaula, punya hasrat bepolitik namun tidak menyentuh ide dan gagasan politik, hal ini dapat dibuktikan dalam perjalanan musim pilkada dari sebelumnya hingga berjalan saat ini. Dimana money politik masih dianggap hal yang biasa padahal inilah yang menimbulkan mala petaka, money politik bukan lagi rahasia umum di kabupaten ini karena sudah menjadi pertimbangan utama dalam memilih pemimpin bahkan istilah kata ” ise mbue en Sen Ne Edi kiteh Pilih” artinya, Siapa nanti yang banyak duitnya itu kita pilih. Kalimat ini sering di ucapkan masyarakat Aceh Tenggara dalam menentukan pemimpin, karena itu wajar kita sebut Aceh Tenggara krisis politik ide dan gagasan.

Primordialisme Politik di Aceh Tenggara

Secara teoritis Primordialisme menurut Kun Maryati (2014) adalah ikatan seseorang dalam kehidupan sosial yang sangat di pegang teguh, baik ras, suku, dan agam hingga kelompok tertentu, Kabupaten Aceh Tenggara memiliki beragam suku dan agama yang hidup berdampingan, dalam kehidupan politik ataupun dalam menentukan seorang pemimpin tidak terlepas dari budaya dan adat yang melekat, Primordialisme politik dalam dimensi kepemimpinan di aceh tenggara masih begitu melekat dimana masyarakat memilih berdasarkan suku, memang bukan menjadi syarat wajib tetapi paham kesukuan di aceh tenggara masih begitu melekat dalam menentukan seorang pemimpin.

Primordialisme ini masih menjadi alat aktor-aktor polItik dimana mengkampanyekan kesukuan dan memainkan isme kedaerahan, hal ini dapat kita buktikan dari setiap strategi yang di bangun oleh setiap aktor politik di kabupaten Aceh tenggara dimulai dari kelompok kecil di sebut (Marga) , seperti (Umpuk) semacam keturunan dan jenis etnis lainnya peran politik semacam ini sangat terang menerang sudah terlihat, namun sejauh ini primordialisme politik yang terbangun di Aceh Tenggara tidak juga menyentuh politik ide dan gagasan masih mengedepankan kelompok tertentu tidak secara Umum.

Bahaya Money Politik

Money Politik ataupun politik uang sangat berbahaya bagi keberlangsungan dan keberlanjutan suatu pemerintahan selaras dengan Menurut pakar hukum tata negara Yuzril Ihza Mahendra definisi money politic sangat jelas, yakni mempengaruhi masa pemilu dengan imbalan materi, tentu sangat berbahaya dalam kemajuan daerah, contoh sederhana saja ketika seseorang terpilih dengan modal yang begitu besar dapat dipastikan hanya akan memikirkan pengembalian modal yang telah dikeluarkan maka kehidupan suatu daerah cenderung melahirkan Korupsi, dan Nepotisme dalam suatu pemerintahan, wajib bagi kita sebagai pemilih yang cerdas menghindari politik uang.

Tanpa di sadari politik uang akan melahirkan pemerintahan yang kotor jauh dari tata Kelola pemerintahan yang baik dan bersih atau Good and Clean Governance, jika ini tercipta di Aceh Tenggara, akan sangat mempengaruhi semua sektor baik sektor pendidikan akan semakin mundur, kualitas pelayanan kesehatan akan semakin bobrok, sistem ekonomi akan semakin mundur hingga menciptakan kemiskinan, dan sektor lainnya akan mengalami kemunduran. Sebagai masyarakat yang cerdas sudah seharusnya mengedepankan politik ide dan gagasan, dalam sistem demokrasi masyarakat di tuntut menjadi cerdas mengedepankan ide dan gagasan sehingga pemimpin yang lahir adalah benar-benar hasil dari demokrasi partisipatoris bukan dari paksaan bandit yang mengedepankan pembelian suara, tetapi dari hasil visi-misi.

Pentingnya Politik Ide dan Gagasan di Aceh Tenggara

Pertanyaan kemudian muncul mengapa pentingnya politik ide dan gagasan, sebelum lebih jauh alangkah eloknya kita kembali memahami politik itu apa ? Menurut para ahli salah satunya seperti Aristoteles mengklaim bahwa politik adalah studi tentang hukum suatu kota, tindakan yang dilakukan warga negaranya, dan kepemimpinan, lebih jauh juga politik tidak terlepas yang namanya kekuasaan, namun definisi kekuasaan menurut ilmu politik juga berbeda dengan menurut bandit, kekuasaan menurut Ilmu politik adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain untuk mewujudkan kebaikan bersama, sedangkan Kekuasaan menurut bandit yaitu menguasai terdeteksi Dengan Kerakusan.

Untuk menjawab pentingnya politik ide dan gagasan adalah. Akan membawa kita pada kemajuan, baik itu kemajuan ekonomi, kemajuan pendidikan, dan kemajuan sosial lainnya. Secara khusus Aceh tenggara butuh politik ide dan gagasan, secara sadar Aceh tenggara masih ketinggalan di segala sektor, baik sektor pendidikan, sektor ekonomi , sektor sosial lainnya itulah jawab konkrit mulailah mengedepankan politik ide dan gagasan.

Di sektsektor sumber daya alam Aceh Tenggara memiliki kekayaan yang luar biasa, hasil pertanian kita begitu melimpah ruah baik itu Kakau, jagung, karet, coklat. Dan hasil bumi lainnya namun sayangnya hasil kekayaan kita saat ini belum terkelola dengan baik, tidak ada industri pengelolaan bahan jadi yang di ciptakan oleh pemimpin kita, sehingga hasil bumi kita hanya dijual keluar dengan bahan mentah, sehingga bahan jadi di beli kembali oleh masyarakat Aceh Tenggara dengan harga yang relatif tinggi, hal ini terjadi atas dasar dari pemahaman politik kita yang cenderung mengedepankan politik uang bukan politik ide dan gagasan sehingga mendapatkan pemimpin yang memiliki ide dan gagasan hanya menjadi mimpi.(*).

 

 

MengirimMenciak

Baca Juga

Di Ambang Eskalasi: Mengukur Arah Konflik Israel–Iran
Opini

Di Ambang Eskalasi: Mengukur Arah Konflik Israel–Iran

1 Maret 2026
Sekda Aceh: Tugas Atau Catur?
Opini

Sekda Aceh: Tugas Atau Catur?

2 Februari 2026
Membangun Aceh Tangguh Bencana
Opini

Membangun Aceh Tangguh Bencana

24 Januari 2026
Bencana Aceh, Negara, dan Paradoks Kekuasaan
Opini

Bencana Aceh, Negara, dan Paradoks Kekuasaan

28 Desember 2025
Bayang-Bayang Ratu Kegelapan di Tanah Aceh
Opini

Bayang-Bayang Ratu Kegelapan di Tanah Aceh

8 November 2025
Kisah Arjuna: Mengenang Makna Mesjid di Aceh dan Kewaspadaan di Rantau
Opini

Kisah Arjuna: Mengenang Makna Mesjid di Aceh dan Kewaspadaan di Rantau

4 November 2025
  • “Sang Pengkhianat”

    “Sang Pengkhianat”

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Pembunuh di Aceh Timur Terungkap, Pelaku Ditangkap dalam Waktu 1 Jam

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Oknum Ketua PPS di Simpang Ulim Diduga Arahkan Anggotanya Pilih Paslon Tole untuk Bupati Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Tragedi Hari Kemerdekaan: Bocah 10 Tahun Tewas Tersengat Listrik di Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Isu Politik Bayangi Pemulihan, Diduga Ada Operasi Jatuhkan Marwah Bupati Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0

Berita Lainnya

Sopir Truk Sumringah: Jalan Berlubang di Aceh Timur Kini Mulus di Era Al-Farlaky

Sopir Truk Sumringah: Jalan Berlubang di Aceh Timur Kini Mulus di Era Al-Farlaky

Penulis Redaksi
8 Mei 2026

Dulu lubang jebakan dari Birem Bayeun sampai Julok. Kini truk Medan-Banda Aceh ngegas tanpa was-was. Sopir: Terima kasih Bupati. ACEH...

Satgas PPA Sodorkan Nama Martini ke Kejati: Dugaan Korupsi Pokir Rp miliaran

Satgas PPA Sodorkan Nama Martini ke Kejati: Dugaan Korupsi Pokir Rp miliaran

Penulis Redaksi
8 Mei 2026

Laporan ke Kejati Aceh sebut Pokir DPRA Martini 2021-2026 bermasalah. BPK temukan potensi kelebihan bayar. BANDA ACEH | Nama Anggota...

Kritik Mudhakir: Bu Dewan, Sejarah Tak Catat Jumlah Statusmu

Kritik Mudhakir: Bu Dewan, Sejarah Tak Catat Jumlah Statusmu

Penulis Redaksi
7 Mei 2026

#Mantan ketua Senat Fakultas FEBI UIN Nahrisyah Lhokseumawe sekaligus Tokoh Pemuda Aceh Timur sindir Anggota DPRA Martini, desak hentikan nyinyir...

Demi Kamtibmas Kondusif, Kapolsek Idi Tunong Blusukan Serap Persoalan Warga

Demi Kamtibmas Kondusif, Kapolsek Idi Tunong Blusukan Serap Persoalan Warga

Penulis Redaksi
6 Mei 2026

Ipda Saiful Bahri sambangi Gampong Alue Lhok, jaring keluhan keuchik hingga tokoh agama lewat Quick Wins Presisi. ACEH TIMUR |...

Berita Online, BisaBaca

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami

  • Masuk
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In