ACEH TIMUR | Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, dan tim serta turut dibantu teman-teman IM-Trak Indra Makmu, menerobos kawasan pedalaman Dusun Rantau Panjang, Dusun Serkil serta Dusun Bidari, Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Kamis (1/1/2026).
Al-Farlaky yang dikenal Bupati Rakyat seperti biasa saat datangi kondisi warganya yang terdampak bencana, mengantar bantuan sembako, genset, kelambu, selimut, dan kebutuhan lainnya.
Selain itu, ia juga memastikan soal hunian sementara dan hunian tetap warga. Ia berdialog langsung dengan masyarakat setempat, terkait kebutuhan mendesak mereka lainnya.

“Apakah bapak ibu berkenan tinggal di huntaran? Itu saya serahkan kepada warga disini. Kalau bapak ibu tidak berkenan tinggal di huntara, maka kami tidak membangun huntara,” kata Al-Farlaky.
Namun, hal itu akan diganti oleh pemerintah dengan sajan hunian sebesar Rp600 perbulan selama tiga bulan hingga dibangun hunian tetap.
Pergantian tahun baru 2025 ke 2026, Al-Farlaky yang dikenal bupati rakyat ini bersama timnya masih komit dengan misi kemanusiaannya dan menginap bersama pengungsi.
Tak ada yang istimewa bagi seorang Al-Farlaky selain masyarakatnya baik-baik saja, Ia tak ingin kebutuhan dan kondisi warganya menjadi hambar di tengah bencana.
Sekedar diketahui, bupati Al-Farlaky saat ini terus mendesak para Camat dan Keuchik untuk segera mengirimkan data warga untuk segera dibangun huntaran.
Hal itu disampaikan saat rapat evaluasi bencana banjir yang berlangsung di aula pendopo bupati Aceh Timur pada Selasa, 30 Desember 2025.

























