Dr. Muhammad Dayyan kecam fitnah ke Bupati Al-Farlaky, ingatkan nilai tabayyun dan etika akademik.
LANGSA | Akademisi asal Aceh Timur angkat bicara soal gaduh di media sosial. Dr. Muhammad Dayyan, Akademisi IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa, menyerukan agar publik menjaga adab di ruang digital.
Dayyan mengaku prihatin atas maraknya ujaran fitnah dan hoaks yang ditujukan kepada Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky.
“Ruang digital kita sedang tidak baik-baik saja kalau fitnah dan tuduhan tanpa bukti dibiarkan liar,” kata Dayyan, kepada BisaApa.co.id, Minggu 26 April 2026.
Ia menegaskan, kritik terhadap kebijakan publik adalah napas demokrasi yang sehat. Namun ada batas yang tak boleh dilanggar.
“Menyebarkan tuduhan tanpa bukti jelas bertentangan dengan hukum, etika akademik dan nilai-nilai Aceh yang menjunjung tinggi adab dan tabayyun,” ujarnya.
Tabayyun, kata Dayyan, bukan sekadar ajaran agama tapi juga kearifan lokal Aceh. Cek-ricek sebelum menyebar kabar adalah bentuk adab bermedia sosial.
Akademisi Aceh Timur itu mengajak seluruh masyarakat Aceh Timur untuk lebih mengedepankan dialog konstruktif, menutup celah terhadap informasi yang tak berdasar.
“Dukung pemimpin yang sedang bekerja untuk kemajuan daerah, sambil tetap melakukan pengawasan yang beradab,” katanya.
Ia berharap energi publik tidak habis untuk polemik yang merusak. “Jaga adab. Jangan sampai fitnah melumpuhkan kerja-kerja daerah,” tutup Dayyan.

























