Dulu lubang jebakan dari Birem Bayeun sampai Julok. Kini truk Medan-Banda Aceh ngegas tanpa was-was. Sopir: Terima kasih Bupati.
ACEH TIMUR | Jalur maut yang membuat warga musiba akhirnya jinak. Ruas jalan nasional lintas Sumatera di Aceh Timur yang dulu dijuluki kubangan raksasa, kini bikin sopir truk sumringah.
Aspal mulus mulai membentang dari Birem Bayeun, Peureulak Kota, Peureulak Barat, Idi Rayeuk, Darul Aman, Julok hingga Simpang ulim. Titik-titik yang dulu langganan bikin as truk patah dan ban pecah, sekarang sudah rata.
“Dulu kalau lewat Aceh Timur harus ekstra hati-hati. Banyak lubang besar, terutama di Birem Bayeun sampai Julok. Sekarang sudah jauh lebih bagus, kami sangat mengapresiasi kinerja Bupati Al-Farlaky,” kata Arif Maulana, sopir truk asal Indra Makmu, Jumat 8/5/2026.
Arif rutin melintas Medan-Banda Aceh. Baginya, jalan rusak itu neraka. Lambat, rawan celaka, solar boros, sparepart jebol.“Sekarang ngegas lebih tenang. Waktu tempuh kepotong,” ujarnya.
Testimoni serupa datang dari sopir lain. Perjalanan lebih nyaman, barang cepat sampai, risiko kecelakaan turun. Pantai timur Aceh yang dulu bikin kapok, kini mulai ramah logistik.
Perbaikan ini buah lobi Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky ke Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh. Koordinasi itu menambal lubang yang selama ini dikeluhkan pengguna jalan.
Dampaknya tak cuma buat sopir. Distribusi barang lancar, ekonomi rakyat gerak. Harga logistik bisa turun kalau jalan mulus. Transportasi antarwilayah tak lagi tersendat.
“Pengawasan dan perawatan harus rutin. Jangan nunggu rusak parah baru ditambal,” kata seorang pedagang di Idi Rayeuk yang merasa gembira.
Aceh Timur sedang tarik napas lega. Setelah bertahun-tahun jadi momok sopir lintas Sumatera, aspal kini bicara: pemerintah kerja, rakyat merasakan.

























