ACEH UTARA | Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) resmi memutus hubungan dengan Aliansi Rakyat Cot Girek Melawan.
Organisasi Eksternal mahasiswa itu menilai arah gerakan aliansi sudah melenceng dari prinsip yang disepakati bersama, Minggu (28/6/2026).
Pergeseran itu terlihat dari pola kerja Serikat Tani di 19 desa. LMND menyebut model perjuangan yang dijalankan tidak lagi kolektif dan terbuka, padahal itu fondasi awal kesepakatan dengan masyarakat Cot Girek, Pirak Timu, dan Paya Bakong di Kantor Bupati Aceh Utara.
Sekretaris LMND Wilayah Aceh Fualdi Hasibuan menuding aliansi kehilangan watak demokratis.
“Rapat yang harusnya jadi ruang demokratis untuk merumuskan arah gerakan, kini tidak lagi berfungsi. Ini penyimpangan dari prinsip partisipatif yang jadi dasar perjuangan bersama,” ujar Fualdi.
LMND juga merasa dikucilkan. Sejak deklarasi Aliansi Rakyat Aceh Utara Melawan, mereka mengaku tidak pernah dilibatkan dalam forum diskusi atau keputusan strategis. Akibatnya, peran LMND di dalam aliansi menjadi kosong.
Karena itu, LMND menegaskan mundur. Organisasi menolak diseret dalam gerakan yang tidak berpijak pada massa dan tidak transparan.
“Apabila ke depan ada yang mengatasnamakan LMND dalam aktivitas Aliansi Rakyat Cot Girek Melawan, itu bukan bagian dari kami,” tegasnya.























