ACEH TIMUR | Polemik penebangan pohon peneduh di SMA Negeri 1 Simpang Ulim, Aceh Timur, mendapat babak baru. Setelah sebelumnya lingkungan sekolah menjadi gersang akibat penebangan, kini sekolah tersebut kembali dihijaukan lewat aksi Green Policing Polres Aceh Timur.
Sebelumnya, Kepala SMAN 1 Simpang Ulim, Laina Fariyani, yang baru menjabat sekitar 8 bulan, memerintahkan penebangan seluruh pohon peneduh rindang berusia 10 hingga 15 tahun menggunakan alat berat. Kebijakan itu memicu aksi protes, mogok belajar, dan viral di media sosial pada Jumat (23/10/2026).
Menanggapi protes tersebut, Laina Fariyani beralasan penebangan dilakukan karena akar pohon merusak lantai dan fondasi gedung, dahan mengganggu kabel listrik, serta daun menyumbat parit.

Ia juga menyebut penebangan merupakan perintah Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Timur dan akan diganti dengan tanaman produktif.
Buntut dari polemik itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Timur Rahmatsah Putra mencopot Laina Fariyani dan menunjuk Henny Mahera Siregar, sebagai Plh. Kepala Sekolah mulai Senin (26/10/2026).
Kapolres Tanam Kembali
Untuk memulihkan keasrian sekolah, Kapolres Aceh Timur AKBP Aris Cai Dwi Susanto, menggelar aksi Green Policing dengan menanam sejumlah pohon produktif di lingkungan SMAN 1 Simpang Ulim, Jumat (30/10/2026).
Pohon yang ditanam meliputi mangga, jeruk, kelengkeng, dan alpukat. Selain membuat lingkungan lebih asri dan sejuk, tanaman tersebut diharapkan memberi manfaat jangka panjang bagi warga sekolah.
“Menjaga kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap pohon-pohon ini tumbuh subur, memberikan manfaat, sekaligus menjadi pengingat bagi para siswa bahwa menjaga alam harus dimulai dari tindakan nyata,” ujar Kapolres.
Plh. Kepala SMAN 1 Simpang Ulim Henny Mahera Siregar mengapresiasi aksi tersebut dan berharap sekolah kembali hijau dan asri.
Kegiatan ini turut dihadiri anggota DPRK Aceh Timur Abdul Muthalib, Muspika Kecamatan Simpang Ulim, dewan guru, serta Geuchik Gampong Pucok Alue Barat.
Apresiasi juga datang dari Ketua Arah Pemuda Aceh (ARPA), Eri Ezi, akrap disapa Bung Eri yang juga alumni SMA Negeri 1 Simpang Ulim.
“Apresiasi kepada bapak Kapolres kita yang baru, aksi ini menjadi dedikasi kita semua dan di ruang instansi pendidik agar semua elemen masyarakat juga turut menjaga kelestarian lingkungan”, kata bung Eri.
Ia berharap, semoga kedepan Kadisdik Aceh agar menempatkan orang-orang yang mempunyai integritas, moralitas dan tentu yang mempunyai parameter cukup baik dijadikan sebagai kepala sekolah.
“Yang bermasalah harus dievaluasi, jangan dibiarkan apalagi menjadi pelindung, karena ini sakral dan vital bagi proses ajar mengajar di sekolah”, pungkas Bung Eri.

























