• Terbaru
Menghadapi Masa Depan yang Tidak Pasti: Tantangan Perubahan Iklim di Aceh Singkil

Menghadapi Masa Depan yang Tidak Pasti: Tantangan Perubahan Iklim di Aceh Singkil

28 Januari 2025
Tak Mau Menunggu, Al-Farlaky Temui Mensos di Jakarta Perjuangkan Hak Korban Banjir

Tak Mau Menunggu, Al-Farlaky Temui Mensos di Jakarta Perjuangkan Hak Korban Banjir

4 Agustus 2026
Pokir Bukan Milik Dewan! Apel Green Gugat Pemkab Nagan Raya Soal Transparansi

Pokir Bukan Milik Dewan! Apel Green Gugat Pemkab Nagan Raya Soal Transparansi

4 Agustus 2026
WTP Ke-12 Kalinya, Aceh Timur Buktikan Komitmen Tata Kelola Keuangan Bersih

WTP Ke-12 Kalinya, Aceh Timur Buktikan Komitmen Tata Kelola Keuangan Bersih

4 Agustus 2026
Depan Kantor Gubernur Aceh, AAN Bakar Ban Tuntut “Instal Ulang Pemerintahan

Depan Kantor Gubernur Aceh, AAN Bakar Ban Tuntut “Instal Ulang Pemerintahan

4 Agustus 2026
53 Lansia Aceh Timur Diwisuda, Ibu Lismawani: Belajar Tak Kenal Usia

53 Lansia Aceh Timur Diwisuda, Ibu Lismawani: Belajar Tak Kenal Usia

4 Agustus 2026
Bupati Aceh Timur “Jemput Bola” ke Jakarta, Gandeng Menkraf Dongkrak Tenun dan Tikar Naik Kelas

Bupati Aceh Timur “Jemput Bola” ke Jakarta, Gandeng Menkraf Dongkrak Tenun dan Tikar Naik Kelas

4 Agustus 2026
Dugaan Mark Up Harga Cetak Sawah di Simeulue, Anggaran Rp4,2 M Disorot ARPA

Dugaan Mark Up Harga Cetak Sawah di Simeulue, Anggaran Rp4,2 M Disorot ARPA

4 Agustus 2026
Indonesia Tidak Akan Kalah Melawan Desas-desus

Indonesia Tidak Akan Kalah Melawan Desas-desus

2 Agustus 2026
Rumah Konstruksi Kayu di Madat Ludes Dilalap Api, Penyebab Belum Diketahui

Rumah Konstruksi Kayu di Madat Ludes Dilalap Api, Penyebab Belum Diketahui

1 Agustus 2026
Ruang Guru Harus Rapi, WC Harus Bersih, Pesan Bupati ke 29 Pejabat Baru

Ruang Guru Harus Rapi, WC Harus Bersih, Pesan Bupati ke 29 Pejabat Baru

31 Juli 2026
Tak Hanya Seremonial, FGD Aceh Timur Jadi Ruang Pemerintah Dengar Langsung Wartawan

Tak Hanya Seremonial, FGD Aceh Timur Jadi Ruang Pemerintah Dengar Langsung Wartawan

30 Juli 2026
Haji Uma Desak Kemendagri Telusuri Hilangnya Status Gampong Alue Tingkeum

Haji Uma Desak Kemendagri Telusuri Hilangnya Status Gampong Alue Tingkeum

27 Juli 2026
Berita Online, BisaBaca
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
Berita Online, BisaBaca

Menghadapi Masa Depan yang Tidak Pasti: Tantangan Perubahan Iklim di Aceh Singkil

Redaksi Penulis Redaksi
Selasa, 01/28/2025 | 17:01 WIB
Menghadapi Masa Depan yang Tidak Pasti: Tantangan Perubahan Iklim di Aceh Singkil

Ilustrasi perubahan iklim. (Foto: Ist).

Bagi ke WhatsAppBagi Ke Twitter

Oleh: Ketua komunitas pemerhati alam Singkil, Dio fahmizan.


Aceh Singkil kini memasuki babak baru dengan dilantiknya Bupati baru, diharapkan mampu mengatasi masalah yang sudah lama menghambat kemajuan daerah. Namun, dengan segala tantangan yang ada, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan, yakni “lingkungan hidup”, khususnya dalam menghadapi ancaman perubahan iklim.

Tanpa perhatian serius pada sektor lingkungan, pembangunan yang dilakukan di Aceh Singkil tidak akan pernah bisa berjalan berkelanjutan. Oleh karena itu, Bupati baru harus menjadikan pengelolaan lingkungan dan perubahan iklim sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan pembangunan yang dirancang.

Lingkungan dan Perubahan Iklim: Ancaman yang Semakin Nyata

Aceh Singkil memiliki kekayaan alam yang luar biasa, mulai dari hutan yang luas, sungai yang jernih, hingga pesisir yang masih alami. Namun, semua potensi ini semakin terancam oleh dampak perubahan iklim yang semakin nyata. Menurut data dari Global Forest Watch, antara tahun 2001 dan 2023, Aceh Singkil menyumbangkan sekitar 2,10 juta ton CO₂ ekuivalen per tahun akibat deforestasi dan konversi lahan hutan menjadi lahan pertanian atau perkebunan.

Sumber utama emisi ini berasal dari penghilangan hutan yang berfungsi sebagai penyerap karbon, serta pembakaran lahan yang melepaskan gas rumah kaca ke atmosfer. Kegiatan seperti ini tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga berkontribusi besar terhadap pemanasan global, yang akhirnya memperburuk dampak perubahan iklim.

Baca Juga :  Indonesia Tidak Akan Kalah Melawan Desas-desus

Bupati baru harus berani mengambil langkah tegas dalam melindungi alam Aceh Singkil, yang tidak hanya bertujuan untuk pelestarian alam itu sendiri, tetapi juga untuk mencegah dampak buruk perubahan iklim yang lebih besar.

Pengelolaan hutan secara lestari, penanganan limbah yang ramah lingkungan, serta pelestarian sumber daya alam harus dijadikan prioritas dalam setiap langkah kebijakan pemerintah daerah. Selain itu, mitigasi perubahan iklim melalui pengurangan emisi gas rumah kaca dan adaptasi terhadap perubahan iklim harus menjadi bagian dari rencana pembangunan daerah yang lebih luas.

RTRW yang Tegas: Menjaga Keseimbangan antara Pembangunan dan Lingkungan

Selain pengelolaan sumber daya alam, Bupati baru juga harus segera memperjelas dan menegakkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang ada.

Selama ini, banyak perusahaan yang mengelola sumber daya alam di Aceh Singkil tanpa memperhatikan rencana tata ruang yang telah ditetapkan, yang justru memperburuk ketimpangan sosial dan kerusakan lingkungan.

Data dari Global Forest Watch menunjukkan bahwa deforestasi dan konversi lahan hutan menjadi lahan pertanian atau perkebunan semakin meningkat, memperburuk kerentanannya terhadap perubahan iklim.

Penataan ruang yang tidak terencana dan eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya alam semakin memperburuk kerentanannya terhadap perubahan iklim. Sektor pertanian dan perkebunan, yang dominan di Aceh Singkil, berpotensi menghasilkan emisi melalui penggunaan pupuk kimia dan pembakaran lahan.

Baca Juga :  Indonesia Tidak Akan Kalah Melawan Desas-desus

Pembakaran lahan untuk membuka kebun sering kali menjadi sumber signifikan emisi karbon, yang mengarah pada pelepasan karbon dioksida (CO₂) dan gas rumah kaca lainnya.

RTRW adalah instrumen penting yang harus ditegakkan dengan tegas, agar perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Aceh Singkil tidak sembarangan dalam mengeksploitasi alam. Tidak boleh ada celah bagi perusahaan untuk mengeksploitasi lahan di luar ketentuan tata ruang yang sudah disepakati.

Bupati baru juga harus memastikan bahwa setiap izin usaha yang diberikan mengacu pada RTRW yang jelas dan transparan, serta menempatkan kepentingan lingkungan dan masyarakat sebagai prioritas, dengan memperhitungkan dampak perubahan iklim yang semakin meluas.

Kolaborasi untuk Keberlanjutan: Lingkungan, Pemerintah, dan Masyarakat

Tidak ada solusi yang efektif jika hanya mengandalkan satu pihak saja. Untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, Bupati baru harus mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.

Pemerintah daerah harus bertindak sebagai pengawas dan fasilitator, memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga :  Indonesia Tidak Akan Kalah Melawan Desas-desus

Masyarakat juga harus diberdayakan untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan terlibat dalam perencanaan pembangunan yang berkelanjutan.

Dengan melibatkan semua pihak, Aceh Singkil dapat menciptakan pembangunan yang tidak hanya menguntungkan dari sisi ekonomi, tetapi juga menjamin keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang.

Bupati Baru Harus Mengambil Tindakan Nyata dalam Menghadapi Perubahan Iklim

Aceh Singkil tidak membutuhkan janji kosong atau kebijakan yang hanya menguntungkan segelintir pihak. Namun, Bupati baru harus mengambil langkah tegas dalam merancang dan menjalankan kebijakan yang mengutamakan keberlanjutan lingkungan dan memperjelas RTRW untuk menjaga tata ruang yang sesuai, dengan mempertimbangkan dampak perubahan iklim yang semakin nyata.

Tanpa ini, pembangunan yang dilakukan akan berisiko merusak alam dan memperburuk ketimpangan sosial yang sudah ada.

Jika Bupati baru mampu memadukan antara pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan yang bijak, serta memperhitungkan perubahan iklim sebagai faktor utama dalam perencanaan, maka Aceh Singkil akan menjadi daerah yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga menjaga alamnya untuk masa depan.

Ini adalah tantangan besar, tetapi juga kesempatan emas untuk membawa perubahan yang nyata bagi Aceh Singkil.

 

Tulisan ini sepenuhnya milik dan tanggung jawab sipenulis.

MengirimMenciak

Baca Juga

Indonesia Tidak Akan Kalah Melawan Desas-desus
Opini

Indonesia Tidak Akan Kalah Melawan Desas-desus

2 Agustus 2026
Membedakan Kritik, Heater dan Buzzer Dalam Ruang Publik Kita
Opini

Membedakan Kritik, Heater dan Buzzer Dalam Ruang Publik Kita

15 Mei 2026
Di Ambang Eskalasi: Mengukur Arah Konflik Israel–Iran
Opini

Di Ambang Eskalasi: Mengukur Arah Konflik Israel–Iran

1 Maret 2026
Sekda Aceh: Tugas Atau Catur?
Opini

Sekda Aceh: Tugas Atau Catur?

2 Februari 2026
Membangun Aceh Tangguh Bencana
Opini

Membangun Aceh Tangguh Bencana

24 Januari 2026
Bencana Aceh, Negara, dan Paradoks Kekuasaan
Opini

Bencana Aceh, Negara, dan Paradoks Kekuasaan

28 Desember 2025
  • “Sang Pengkhianat”

    “Sang Pengkhianat”

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Pembunuh di Aceh Timur Terungkap, Pelaku Ditangkap dalam Waktu 1 Jam

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Oknum Ketua PPS di Simpang Ulim Diduga Arahkan Anggotanya Pilih Paslon Tole untuk Bupati Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Tragedi Hari Kemerdekaan: Bocah 10 Tahun Tewas Tersengat Listrik di Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Isu Politik Bayangi Pemulihan, Diduga Ada Operasi Jatuhkan Marwah Bupati Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0

Berita Lainnya

Tak Mau Menunggu, Al-Farlaky Temui Mensos di Jakarta Perjuangkan Hak Korban Banjir

Tak Mau Menunggu, Al-Farlaky Temui Mensos di Jakarta Perjuangkan Hak Korban Banjir

Penulis Redaksi
4 Agustus 2026

#Usulan bantuan Rp578 miliar untuk korban banjir Aceh Timur sudah masuk Tahap 10 di Kemensos JAKARTA | Tidak mau berlama-lama...

Pokir Bukan Milik Dewan! Apel Green Gugat Pemkab Nagan Raya Soal Transparansi

Pokir Bukan Milik Dewan! Apel Green Gugat Pemkab Nagan Raya Soal Transparansi

Penulis Redaksi
4 Agustus 2026

#Apel Green tuntut data Pokir 2024-2026 dibuka. Ajukan sengketa ke KIA dan ancam laporkan ke KPK BANDA ACEH | Pokok...

WTP Ke-12 Kalinya, Aceh Timur Buktikan Komitmen Tata Kelola Keuangan Bersih

WTP Ke-12 Kalinya, Aceh Timur Buktikan Komitmen Tata Kelola Keuangan Bersih

Penulis Redaksi
4 Agustus 2026

#BPK serahkan LHP LKPD 2025. Bupati Al-Farlaky: Ini bukan tujuan akhir, tapi tanggung jawab kelola uang rakyat BANDA ACEH |...

Depan Kantor Gubernur Aceh, AAN Bakar Ban Tuntut “Instal Ulang Pemerintahan

Depan Kantor Gubernur Aceh, AAN Bakar Ban Tuntut “Instal Ulang Pemerintahan

Penulis Redaksi
4 Agustus 2026

#8 Bulan Pasca Bencana 2025, Massa Nilai Pemulihan Jalan di Tempat. Sorot Juga IUP dan Anggaran Bencana yang Timpang BANDA...

Berita Online, BisaBaca

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami

  • Masuk
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In