• Terbaru
Melebihi Otsus, Hilirisasi Janjikan Pertumbuhan Ekonomi yang Lebih Inklusif

Melebihi Otsus, Hilirisasi Janjikan Pertumbuhan Ekonomi yang Lebih Inklusif

19 November 2024
Bupati Al-Farlaky dan Forkompimda Lepas Pawai Takbir

Bupati Al-Farlaky dan Forkompimda Lepas Pawai Takbir

21 Maret 2026
Pang Ucok Tutup Ramadan dengan Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim di Simpang Ulim

Pang Ucok Tutup Ramadan dengan Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim di Simpang Ulim

21 Maret 2026
Bupati Aceh Timur Pastikan Stok BBM Aman, Imbau Masyarakat Tak Terpancing Isu Kelangkaan

Bupati Aceh Timur Pastikan Stok BBM Aman, Imbau Masyarakat Tak Terpancing Isu Kelangkaan

19 Maret 2026
Gandeng BSI, Bupati Aceh Timur Santuni 476 Anak Yatim di Ranto Peureulak

Gandeng BSI, Bupati Aceh Timur Santuni 476 Anak Yatim di Ranto Peureulak

18 Maret 2026
7,5 Ton Daging Meugang Bantuan Presiden Disalurkan ke 905 KK di Aceh Besar

7,5 Ton Daging Meugang Bantuan Presiden Disalurkan ke 905 KK di Aceh Besar

18 Maret 2026
Bupati dan Kapolres Aceh Timur Tinjau Pos Pengamanan Mudik Lebaran

Bupati dan Kapolres Aceh Timur Tinjau Pos Pengamanan Mudik Lebaran

18 Maret 2026
Empat Anggota Bais TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

Empat Anggota Bais TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

18 Maret 2026
Deadline 14 April, Warga Aceh Timur Diminta Kumpulkan Bukti Kepemilikan Lahan

Deadline 14 April, Warga Aceh Timur Diminta Kumpulkan Bukti Kepemilikan Lahan

18 Maret 2026
Progres Jembatan Woyla Aceh Barat Masih Nol Besar

Progres Jembatan Woyla Aceh Barat Masih Nol Besar

17 Maret 2026
Mensos dan Mendagri Salurkan Bantuan Rp 100,9 Miliar untuk Korban Banjir di Aceh Timur

Mensos dan Mendagri Salurkan Bantuan Rp 100,9 Miliar untuk Korban Banjir di Aceh Timur

16 Maret 2026
Polres Langsa Ungkap Kasus Narkoba, 2.039 Gram Sabu Diamankan

Polres Langsa Ungkap Kasus Narkoba, 2.039 Gram Sabu Diamankan

16 Maret 2026
Harga Emas Batangan di Pegadaian Stagnan, UBS dan Galeri24 Tak Berubah

Harga Emas Batangan di Pegadaian Stagnan, UBS dan Galeri24 Tak Berubah

15 Maret 2026
Berita Online, BisaBaca
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
Berita Online, BisaBaca

Melebihi Otsus, Hilirisasi Janjikan Pertumbuhan Ekonomi yang Lebih Inklusif

Redaksi Penulis Redaksi
Selasa, 11/19/2024 | 16:47 WIB
Melebihi Otsus, Hilirisasi Janjikan Pertumbuhan Ekonomi yang Lebih Inklusif

Munzir Abe, Pengurus prima Aceh dan Wakil ketua Badan Pemenangan Mualem. (Foto: Dok. Pribadi).

Bagi ke WhatsAppBagi Ke Twitter

Oleh: Munzir Abe, Pengurus Prima Aceh dan Wakil ketua Badan Pemenangan Mualem

BANDA ACEH, BISAAPA.CO.ID | Dana Otonomi Khusus (Otsus) selama ini menjadi instrumen utama dalam upaya pemerintah Aceh untuk mempercepat pembangunan di daerah-daerah. Namun, seiring berjalannya waktu muncul pertanyaan mengenai keberlanjutan dan efektivitas model otsus dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Dalam sesi debat calon gubernur Aceh, otsus menjadi isu yang di soroti oleh kedua pasangan calon. Keduanya menampilkan jurus jitu masing-masing untuk memperjuangkan dana otsus abadi, masing-masing menegaskan akan melobi pemerintah pusat hingga akan perjuangkan lahirnya peraturan pemerintah pengganti undang-undang.

Sebagai alternatif, konsep hilirisasi mulai mencuat sebagai solusi yang lebih menjanjikan. Hilirisasi, artinya pengolahan sumber daya alam sampai menjadi produk akhir dengan nilai tambah yang lebih tinggi, dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan.

Walaupun tidak disinggung dalam debat, hal ini termuat jelas dalam naskah visi misi calon gubernur Aceh nomor urut 2 Mualem-Dek Fadh, bahwa hilirisasi menjadi program prioritas dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan sebagai mana visi-misi Presiden Prabowo Subianto.

Anggaran otsus yang dikucurkan untuk Aceh dalam 15 tahun terakhir mencapai Rp 95,93 triliun. Serapan dana otsus di alokasikan pada berbagai kegiatan pemerintahan meliputi pembangunan infrastruktur, tata kelola pemerintahan dan pemberdayaan.

Baca Juga :  Di Ambang Eskalasi: Mengukur Arah Konflik Israel–Iran

Ditengah gagasan pembangunan Aceh yang berkelanjutan, isu dana Otsus Aceh akan berakhir menjadi perhatian banyak pihak tentang bagaimana kemudian Aceh tetap tegak membangun programnya ketika dana Otsus berakhir.

Pertanyaan yang muncul kemudian, Mengapa hilirisasi menjanjikan?

Nilai Tambah yang lebih besar, yaaa. Dengan mengolah bahan mentah menjadi produk jadi, nilai ekonomis suatu komoditas akan meningkat secara signifikan. Hal ini tentu akan berdampak pada peningkatan pendapatan daerah dan negara.

Penambahan nilai tambah tersebut akan berdampak pada meningkatnya harga jual, karena sudah menjadi hukum ekonomi ketika produk jadi umumnya memiliki harga jual yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bahan mentah. Hal ini dikarenakan adanya nilai tambah yang tercipta dari proses pengolahan, seperti desain, branding, dan teknologi yang digunakan.

Salin itu, hilirisasi juga akan menghasilkan produk yang beragam. Hal tersebut memungkinkan daerah Aceh untuk tidak hanya bergantung pada satu jenis produk saja, melainkan dapat menghasilkan berbagai macam produk turunan. Hal ini akan meningkatkan ketahanan ekonomi daerah terhadap fluktuasi harga komoditas global.

Baca Juga :  Di Ambang Eskalasi: Mengukur Arah Konflik Israel–Iran

Katakanlah Aceh memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, mulai dari minyak bumi, gas alam hingga hasil pertanian dan perikanan. Dengan melakukan hilirisasi inilah, Aceh dapat meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.

Contoh kongkrit dalam sektor minyak bumi, pembangunan kompleks petrokimia di Aceh dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan daerah dan mengurangi impor produk petrokimia. Hal ini tentu dapat membantu kita keluar sebagai daerah termiskin di pulau Sumatra.

Begitu juga di sektor pertanian, Aceh terkenal dengan produksi kopi, lada, dan buah-buahan. Produk-produk pertanian ini dapat diolah menjadi produk olahan dengan nilai tambah yang lebih tinggi seperti kopi bubuk, cokelat, dan sari buah. Selain komoditas tersebut, Aceh juga memiliki keanekaragaman hayati yang belum di manfaatkan secara optimal.

Dalam proses hilirisasi sektor pertanian, pemerintah Aceh kedepan dapat melakukan skema pengembangan industri pengolahan kopi, meningkatkan kualitas dan nilai jual kopi Aceh di pasar global. Selain itu, pengembangan industri pengolahan buah-buahan dapat menghasilkan produk-produk olahan yang bernilai tambah tinggi, seperti selai, sirup, dan jus.

Baca Juga :  Di Ambang Eskalasi: Mengukur Arah Konflik Israel–Iran

Pada sektor perikanan, juga demikian. Pembangunan pabrik pengolahan ikan di Aceh dapat meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi limbah perikanan.

Hilirisasi juga dapat dilakukan pada sektor perkebunan, Aceh memiliki perkebunan kelapa sawit yang luas. Buah kelapa sawit dapat diolah menjadi berbagai produk turunan seperti minyak goreng, margarin, dan biodiesel. Pengembangan industri pengolahan kelapa sawit di Aceh dapat meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan dan mengurangi ketergantungan pada ekspor minyak mentah kelapa sawit.

Dampak besar yang akan didapat tentu dapat membantu kita dalam membangun Aceh secara berkelanjutan, berikut dengan peningkatan pendapatan Asli daerah, penciptaan lapangan pekerjaan, pengembangan industri lokal dan pertumbuhan ekonomi yang merata.

Saya yakin dan percaya secara bertahap pasangan Mualem-Dek Fadh jika terpilih menjadi Gubernur Aceh dapat mewujudkannya serta mampu mengatasi tantangan ini kedepan.

 

Tulisan ini sepenuhnya hak dan milik serta tanggung jawab si penulis

MengirimMenciak

Baca Juga

Di Ambang Eskalasi: Mengukur Arah Konflik Israel–Iran
Opini

Di Ambang Eskalasi: Mengukur Arah Konflik Israel–Iran

1 Maret 2026
Sekda Aceh: Tugas Atau Catur?
Opini

Sekda Aceh: Tugas Atau Catur?

2 Februari 2026
Membangun Aceh Tangguh Bencana
Opini

Membangun Aceh Tangguh Bencana

24 Januari 2026
Bencana Aceh, Negara, dan Paradoks Kekuasaan
Opini

Bencana Aceh, Negara, dan Paradoks Kekuasaan

28 Desember 2025
Bayang-Bayang Ratu Kegelapan di Tanah Aceh
Opini

Bayang-Bayang Ratu Kegelapan di Tanah Aceh

8 November 2025
Kisah Arjuna: Mengenang Makna Mesjid di Aceh dan Kewaspadaan di Rantau
Opini

Kisah Arjuna: Mengenang Makna Mesjid di Aceh dan Kewaspadaan di Rantau

4 November 2025
  • “Sang Pengkhianat”

    “Sang Pengkhianat”

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Pembunuh di Aceh Timur Terungkap, Pelaku Ditangkap dalam Waktu 1 Jam

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Oknum Ketua PPS di Simpang Ulim Diduga Arahkan Anggotanya Pilih Paslon Tole untuk Bupati Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Tragedi Hari Kemerdekaan: Bocah 10 Tahun Tewas Tersengat Listrik di Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Bantah Jubir SAH, Muntasir Age Angkat Bicara

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0

Berita Lainnya

Bupati Al-Farlaky dan Forkompimda Lepas Pawai Takbir

Bupati Al-Farlaky dan Forkompimda Lepas Pawai Takbir

Penulis Redaksi
21 Maret 2026

#Konvoi Pawai Takbir Keliling di Aceh Timur Meriah ACEH TIMUR | Pelaksanaan pawai takbir keliling dalam rangka menyambut Hari Raya...

Pang Ucok Tutup Ramadan dengan Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim di Simpang Ulim

Pang Ucok Tutup Ramadan dengan Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim di Simpang Ulim

Penulis Redaksi
21 Maret 2026

ACEH TIMUR | Di akhir bulan Ramadan yang penuh berkah, Anggota DPR Aceh, M Yusuf Pang Ucok SH, yang dikenal...

Bupati Aceh Timur Pastikan Stok BBM Aman, Imbau Masyarakat Tak Terpancing Isu Kelangkaan

Bupati Aceh Timur Pastikan Stok BBM Aman, Imbau Masyarakat Tak Terpancing Isu Kelangkaan

Penulis Redaksi
19 Maret 2026

ACEH TIMUR | Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, bersama Kapolres Aceh Timur AKBP Iwan Kurniadi, meninjau Stasiun Pengisian Bahan...

Gandeng BSI, Bupati Aceh Timur Santuni 476 Anak Yatim di Ranto Peureulak

Gandeng BSI, Bupati Aceh Timur Santuni 476 Anak Yatim di Ranto Peureulak

Penulis Redaksi
18 Maret 2026

ACEH TIMUR | Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, bersama Bank Syariah Indonesia (BSI), menyantuni 476 anak yatim yang berasal...

Berita Online, BisaBaca

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami

  • Masuk
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In