• Terbaru
Saat Permusuhan Dijadikan Komando: Bahaya Politik Isolasi di Tengah Kita

Saat Permusuhan Dijadikan Komando: Bahaya Politik Isolasi di Tengah Kita

4 Mei 2026
Bupati Al-Farlaky Serahkan Rumah Layak Huni di Julok

Bupati Al-Farlaky Serahkan Rumah Layak Huni di Julok

4 Mei 2026
7 Guru Aceh Timur Terima Penghargaan di Hardiknas, Al-Farlaky: Teruslah Menginspirasi

7 Guru Aceh Timur Terima Penghargaan di Hardiknas, Al-Farlaky: Teruslah Menginspirasi

4 Mei 2026
Korban Banjir Bireuen Ultimatum Bupati: Cairkan Dana Tunggu Huni 7 Hari, Jika Tidak Aksi Lebih Besar

Korban Banjir Bireuen Ultimatum Bupati: Cairkan Dana Tunggu Huni 7 Hari, Jika Tidak Aksi Lebih Besar

4 Mei 2026
Diguyur Hujan, Bupati Al-Farlaky Turun Podium Ikut Basah di Upacara Hardiknas Aceh Timur

Diguyur Hujan, Bupati Al-Farlaky Turun Podium Ikut Basah di Upacara Hardiknas Aceh Timur

4 Mei 2026
Nelayan Aceh Timur Masih Ditahan di Thailand, Bupati Al-Farlaky: Kami Terus Koordinasi dengan KBRI

Nelayan Aceh Timur Masih Ditahan di Thailand, Bupati Al-Farlaky: Kami Terus Koordinasi dengan KBRI

3 Mei 2026
Bukan Kebijakan Gubernur, Tgk Anwar: Pergub JKA Lahir dari Bisikan Bawah

Bukan Kebijakan Gubernur, Tgk Anwar: Pergub JKA Lahir dari Bisikan Bawah

3 Mei 2026
Pemkab Aceh Timur Jemput Nelayan Idi Cut yang Dibebaskan Otoritas Thailand

Pemkab Aceh Timur Jemput Nelayan Idi Cut yang Dibebaskan Otoritas Thailand

2 Mei 2026
Al-Farlaky Tempuh Jalur Hukum, Polisikan Penyebar Fitnah di Medsos

Al-Farlaky Tempuh Jalur Hukum, Polisikan Penyebar Fitnah di Medsos

2 Mei 2026
Bupati Al-Farlaky Didampingi Istri Jawab Isu Fitnah, Bakal Pidanakan Penyebar Hoax

Bupati Al-Farlaky Didampingi Istri Jawab Isu Fitnah, Bakal Pidanakan Penyebar Hoax

1 Mei 2026
Bupati Al-Farlaky Bagi Alsintan Untuk Brigade Pangan

Bupati Al-Farlaky Bagi Alsintan Untuk Brigade Pangan

30 April 2026
Bupati Al-Farlaky Peusijuek 249 Calon Haji Aceh Timur, Titip Doa untuk Daerah

Bupati Al-Farlaky Peusijuek 249 Calon Haji Aceh Timur, Titip Doa untuk Daerah

29 April 2026
Pemkab Aceh Timur Minta Warga Tabayyun: Dukung Program, Stop Sebar Isu Liar

Pemkab Aceh Timur Minta Warga Tabayyun: Dukung Program, Stop Sebar Isu Liar

28 April 2026
Berita Online, BisaBaca
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
Berita Online, BisaBaca

Saat Permusuhan Dijadikan Komando: Bahaya Politik Isolasi di Tengah Kita

Redaksi Penulis Redaksi
Senin, 05/04/2026 | 00:03 WIB
Saat Permusuhan Dijadikan Komando: Bahaya Politik Isolasi di Tengah Kita

Foto: Ilustrasi.

Bagi ke WhatsAppBagi Ke Twitter

Ada komando tak tertulis yang kini berseliweran baik di medso, warung kopi, sampai ruang rapat: kalau saya musuh dia, kamu juga harus musuhi dia. Kalau saya tidak suka dia, kamu juga harus memusuhinya. Ini bukan lagi soal beda pilihan politik. Ini tentang upaya sistematis memonopoli relasi sosial atas nama loyalitas.

Memutus silaturahim demi loyalitas buta kepada pemimpin yang diikuti bukanlah strategi. Itu penyakit sosial yang meracuni nalar, pikiran sekaligus membusukkan demokrasi.

Cara pikir ini licik sekaligus kekanak-kanakan. Licik, karena membungkus dendam pribadi dengan jargon perjuangan. Kekanak-kanakan, karena logikanya setara anak TK yang mengancam: kamu main sama dia, kita nggak temenan lagi.

Bedanya, yang memainkan politik isolasi ini bukan bocah. Mereka dewasa, berpendidikan, bahkan sebagian mereka adalah sarjana, pejabat dan pernah menjabat. Kalimatnya manis, senyumnya menenangkan. Tapi isinya racun.

Silaturahim bukan benda politik yang bisa digadaikan demi kubu. Ia fondasi sosial. Ketika dipaksa putus, yang rusak bukan cuma dua orang. Yang runtuh adalah jaringan kepercayaan publik.

Baca Juga :  Saatnya Mengakhiri Gaduh: Aceh Butuh Pemimpin, Bukan Panggung Konflik

Masyarakat jadi terkotak, curiga, dan gampang diadu. Padahal bangsa ini sudah terlalu lelah dipecah oleh isu, oleh hoaks, oleh identitas. Jangan tambah lagi dengan kultus permusuhan.

Anehnya, para arsitek isolasi ini justru takut pada jembatan. Mereka panik melihat dua orang yang mereka benci duduk ngopi bareng. Mereka gelisah kalau lawan politik ternyata masih bisa tertawa bersama.

Sebab jembatan meruntuhkan narasi mereka. Narasi bahwa dunia cuma hitam putih, kawan dan lawan, kami dan mereka. Padahal hidup tidak sesempit itu.

Motifnya klasik: kontrol. Orang yang mampu menjaga silaturahim lintas kubu dianggap ancaman. Dia tidak bisa dikendalikan. Dia punya kepala sendiri. Dia bisa menilai tanpa dibisiki.

Baca Juga :  Hak Rakyat Aceh Diabaikan: DPR Aceh Harus Bertindak

Dan itu berbahaya bagi mereka yang hidup dari mobilisasi kebencian. Maka jurusnya satu: isolasi. Putuskan aksesnya. Tuduh dia pengkhianat. Kasih label. Lalu dorong orang lain ikut menjauhi.

Ini mentalitas geng, bukan negarawan. Dalam geng, loyalitas diukur dari seberapa tega kamu membenci musuh ketua. Dalam negara, loyalitas diukur dari seberapa kuat kamu menjaga akal sehat. Demokrasi mati bukan karena beda pendapat. Demokrasi mati ketika orang takut berteman karena beda pendapat.

Jangan tertipu penampilan. Penjahat opini hari ini tidak datang dengan taring. Dia datang dengan kutipan ayat, dengan cerita perjuangan, dengan foto sedang menyantuni anak yatim. Talbis namanya. Membungkus niat buruk dengan kemasan moral. Tujuannya satu: memperalat kamu jadi tentara dalam perang pribadinya.

Baca Juga :  Menyerah Itu Insting, Belajar Itu Keputusan

Lalu kita bertanya, lahir dari lubang mana mentalitas ini? Dari trauma? Dari didikan yang menormalkan dendam? Atau dari ambisi yang menganggap manusia lain cuma pion? Entahlah.

Yang jelas, warisan lama dengan mental seperti ini kalau dibiarkan akan mencetak generasi pengecut dan pengacau. Generasi yang tidak berani berteman tanpa izin ketua kelompok.

Cukup. Silaturahim melampaui sekat politik, sekat organisasi, sekat gengsi. Berbeda pilihan itu niscaya. Bermusuhan karena disuruh itu memalukan. Kalau ada yang memaksa kamu membenci orang lain demi dirinya, tanyakan balik: kamu mau saya jadi manusia, atau jadi budak?

Pilih jadi manusia. Jaga nalar. Jaga pertemanan. Karena bangsa yang sehat bukan bangsa yang seragam. Bangsa yang sehat adalah bangsa yang berani tetap bersaudara meski tidak sejalan.

MengirimMenciak

Baca Juga

Menyerah Itu Insting, Belajar Itu Keputusan
Editorial

Menyerah Itu Insting, Belajar Itu Keputusan

16 April 2026
Saatnya Mengakhiri Gaduh: Aceh Butuh Pemimpin, Bukan Panggung Konflik
Editorial

Saatnya Mengakhiri Gaduh: Aceh Butuh Pemimpin, Bukan Panggung Konflik

12 April 2026
Hak Rakyat Aceh Diabaikan: DPR Aceh Harus Bertindak
Editorial

Hak Rakyat Aceh Diabaikan: DPR Aceh Harus Bertindak

4 April 2026
Krisis Minyak, Puncak Kebodohan Prabowo?
Editorial

Krisis Minyak, Puncak Kebodohan Prabowo?

28 Maret 2026
Kemarahan yang Tak Boleh Diabaikan
Editorial

Kemarahan yang Tak Boleh Diabaikan

26 Maret 2026
Indonesia di Tengah Pusaran Geopolitik yang Tidak Menentu
Editorial

Indonesia di Tengah Pusaran Geopolitik yang Tidak Menentu

25 Maret 2026
  • “Sang Pengkhianat”

    “Sang Pengkhianat”

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Pembunuh di Aceh Timur Terungkap, Pelaku Ditangkap dalam Waktu 1 Jam

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Oknum Ketua PPS di Simpang Ulim Diduga Arahkan Anggotanya Pilih Paslon Tole untuk Bupati Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Tragedi Hari Kemerdekaan: Bocah 10 Tahun Tewas Tersengat Listrik di Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Isu Politik Bayangi Pemulihan, Diduga Ada Operasi Jatuhkan Marwah Bupati Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0

Berita Lainnya

Bupati Al-Farlaky Serahkan Rumah Layak Huni di Julok

Bupati Al-Farlaky Serahkan Rumah Layak Huni di Julok

Penulis Redaksi
4 Mei 2026

#Program CSR Harus Diperluas ACEH TIMUR | Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, menyerahkan secara simbolis bantuan rumah layak huni...

7 Guru Aceh Timur Terima Penghargaan di Hardiknas, Al-Farlaky: Teruslah Menginspirasi

7 Guru Aceh Timur Terima Penghargaan di Hardiknas, Al-Farlaky: Teruslah Menginspirasi

Penulis Redaksi
4 Mei 2026

May Yusra hingga Ulfa Marina dinobatkan guru berkinerja terbaik 2025, Pemkab apresiasi inovasi di tengah keterbatasan. ACEH TIMUR | Tujuh...

Korban Banjir Bireuen Ultimatum Bupati: Cairkan Dana Tunggu Huni 7 Hari, Jika Tidak Aksi Lebih Besar

Korban Banjir Bireuen Ultimatum Bupati: Cairkan Dana Tunggu Huni 7 Hari, Jika Tidak Aksi Lebih Besar

Penulis Redaksi
4 Mei 2026

Aksi ketiga dalam enam bulan, Koalisi Gerakan Sipil beri tenggat 7 hingga 90 hari, desak usut dugaan penyelewengan bantuan. BIREUEUN...

Diguyur Hujan, Bupati Al-Farlaky Turun Podium Ikut Basah di Upacara Hardiknas Aceh Timur

Diguyur Hujan, Bupati Al-Farlaky Turun Podium Ikut Basah di Upacara Hardiknas Aceh Timur

Penulis Redaksi
4 Mei 2026

Upacara Hardiknas di Peureulak tetap khidmat meski hujan, Al-Farlaky: Pendidikan proses memanusiakan manusia. ACEH TIMUR | Hujan deras mengguyur Lapangan...

Berita Online, BisaBaca

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami

  • Masuk
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In