ACEH TIMUR | Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Aceh Timur mencetak 51 kader muda dalam Latihan Mujahid Dakwah (LMD) I yang digelar di Kecamatan Julok, 12–14 Juni 2026.
Peserta berasal dari berbagai kabupaten/kota di Aceh, mulai dari wilayah paling barat hingga timur provinsi. Rinciannya, 37 peserta laki-laki dan 14 peserta perempuan.
Ketua BKPRMI Aceh Timur Muhammad Ishak mengatakan LMD I merupakan tahapan awal pengkaderan untuk melahirkan generasi muda yang memiliki komitmen dakwah dan semangat pengabdian kepada umat.
“LMD I bukanlah kegiatan biasa. Ini bukan sekadar mengejar sertifikat atau piagam. Sertifikat memang hanya selembar kertas, tetapi proses untuk mendapatkannya penuh dengan dinamika, pembelajaran, dan pengalaman berharga,” ujar Muhammad Ishak saat membuka kegiatan.
Menurutnya, kehadiran LMD di Aceh Timur memudahkan kader yang sebelumnya harus menempuh perjalanan jauh ke luar daerah untuk mengikuti pelatihan serupa.
“Saya masih ingat ketika mengikuti LMD dulu harus berangkat hingga ke luar Aceh. Perjuangan itu tidak mudah, tetapi sangat berkesan. Alhamdulillah hari ini BKPRMI Aceh Timur mampu menghadirkan LMD di daerah sendiri,” katanya.
Camat Julok itu menyebut LMD I sebagai pintu masuk bagi kader untuk mengenal BKPRMI secara menyeluruh, mulai dari sejarah, nilai-nilai perjuangan, hingga arah gerak organisasi.
“LMD I adalah pintu masuk untuk mengenal BKPRMI dari sampul, isi hingga penutupnya. Karena itu saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh sampai selesai,” ujarnya.
Ia berharap peserta dapat mengambil manfaat selama pelatihan dan tetap istiqamah mengemban misi dakwah setelah kembali ke daerah masing-masing.
Di tempat yang sama, Sekretaris Umum BKPRMI Ustaz Ridha Yunawardi mengatakan proses kaderisasi harus terus dilakukan agar organisasi tetap hidup dan mampu menjawab tantangan zaman.
“BKPRMI adalah wadah umat. Karena itu kita dituntut untuk terus membangun koordinasi dan konsolidasi. Konsolidasi umat sangat penting agar organisasi tetap eksis dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ustaz Ridha menegaskan keberhasilan kader tidak hanya diukur dari kemampuan mengikuti pelatihan, tetapi dari kesungguhan menjaga komitmen dalam berdakwah.
“Yang paling mahal dalam perjuangan ini adalah istiqamah. Karena itu saya berharap seluruh peserta tetap istiqamah mengikuti proses hingga selesai dan terus mengamalkan ilmu yang diperoleh setelah kembali ke tengah masyarakat,” pungkasnya.

























