ACEH TIMUR | Istri Bupati Aceh Timur sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK dan Dekranasda Kabupaten Aceh Timur, Nyonya Dr. Lismawani, S.Pd., M.Ag., memberikan dukungan penuh terhadap pendidikan Irfan, anak korban kekerasan yang sebelumnya mendapat perhatian publik.
Sebagai bentuk kepedulian, Nyonya Lismawani memfasilitasi Irfan untuk melanjutkan pendidikan dan pembinaan di Yayasan Dayah Amal, Peureulak.
Untuk tahap pertama, Nyonya Lismawani juga telah membayarkan uang pendaftaran dan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) Irfan senilai sekitar Rp5 juta. Kebutuhan Irfan selama berada di pesantren juga dijamin hingga tuntas.
“Kami ingin memastikan anak-anak yang membutuhkan perlindungan mendapatkan haknya untuk tumbuh, belajar, dan hidup layak. Pesantren menjadi tempat yang baik untuk pembinaan karakter, spiritual, dan pendidikan,” ujar Nyonya Lismawani pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Tim Penggerak PKK dan Dekranasda Aceh Timur dalam memberikan pendampingan kepada anak-anak dalam kondisi rentan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat penting agar setiap anak mendapat kesempatan yang sama untuk masa depan yang lebih baik.
Pihak Pesantren Dayah Amal menyambut baik kehadiran Irfan. Pihak pesantren menyatakan siap memberikan pembinaan agama dan pendidikan formal agar Irfan dapat tumbuh menjadi anak yang mempunyai cita-cita di masa depan.
“Semoga dengan dukungan ini, dek Irfan dapat belajar dengan tenang, berprestasi, dan menjadi generasi yang berakhlak serta bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Nyonya Lismawani.

























