#Pengaspalan Ruas Kuta Binjei–Alue Ie Mirah Senilai Rp7,2 Miliar Diresmikan
ACEH TIMUR | Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyebutkan pembangunan infrastruktur jalan merupakan program prioritas pemerintah daerah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Hal itu disampaikam saat ia meresmikan lanjutan pengaspalan ruas Jalan Kuta Binjei–Alue Ie Mirah di Kecamatan Indra Makmur pada Selasa, 2 Juni 2026.
Peresmian ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah agar pemerataan infrastruktur tidak tertinggal hingga ke wilayah pedalaman.
“Akses jalan yang baik akan memudahkan mobilitas warga sekaligus mempercepat distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan berbagai komoditas unggulan masyarakat pedalaman,” kata Al-Farlaky.

Proyek sepanjang 1.447 meter dikerjakan CV Poetro Radja dengan nilai kontrak Rp7.254.492.000. Jalan dibangun selebar 5 meter untuk badan aspal dan 6,5 meter termasuk bahu jalan.
Ruas ini terbagi tiga segmen, yakni Segmen I sepanjang 1.154 meter, Segmen II 234 meter, dan Segmen III 59 meter. Ruas tersebut menghubungkan Desa Blang Nisam hingga Desa Alue Ie Mirah.
Bupati menegaskan jalan yang memadai juga membuka peluang investasi dan mempercepat pembangunan di Kecamatan Indra Makmur. Karena itu, pemerintah terus mengalokasikan anggaran untuk infrastruktur yang berdampak langsung pada kesejahteraan.
Bupati Al-Farlaky juga mengapresiasi kontraktor pelaksana, aparatur pemerintah, hingga masyarakat yang mendukung proyek. Ia berharap jalan yang telah diaspal dijaga dan dimanfaatkan dengan baik agar manfaatnya dirasakan jangka panjang.
“Semoga dengan selesainya pengaspalan ruas Jalan Kuta Binjei–Alue Ie Mirah ini, konektivitas antar desa semakin baik, perekonomian masyarakat semakin tumbuh, dan kesejahteraan warga Aceh Timur terus meningkat. Pemerintah akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur secara bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran daerah,” pungkasnya.

























