ACEH SINGKI | Sebanyak 48 peserta yang terdiri atas Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah mengikuti kaderisasi tahunan, Sabtu (27/6).
Kegiatan Baitul Arqam ini dibuka langsung oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh, A. Malik Musa diAulaa Bappeda Pulo Sarok, Aceh Singkil.
48 peserta terdiri atas unsur pimpinan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah se-Aceh Singkil, seperti PDM, PDA, PDPM, PDNA, PD IPM, serta beberapa perwakilan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dari sektor pendidikan lainnya.
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh, A. Malik Musa, menegaskan bahwa kaderisasi merupakan pilar utama dalam menjaga keberlangsungan gerakan Muhammadiyah.
“Baitul Arqam adalah ruang strategis untuk menempa kader yang berakidah kuat, berwawasan luas, dan memiliki semangat perjuangan yang tinggi. Muhammadiyah akan tetap besar jika kader-kadernya terus dibina dengan baik, konsisten, dan berkesinambungan,”katanya.
Sementara itu, ketua PDM Aceh Singkil H. Roswin Hakim menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Muhammadiyah dalam memperkuat kualitas sumber daya kader di daerah.
“Pengkaderan Ortom ini menjadi langkah penting untuk melahirkan generasi penerus Muhammadiyah yang tangguh, berintegritas, dan siap mengemban amanah dakwah serta membawa perubahan positif di tengah masyarakat,” ujarnya.
Pemateri kaderisasi menghadirkan sejumlah pemateri dari PWM Aceh, di antaranya Taufiq Rahim dan Aslam Noor, MA selaku Rektor Unmuha, yang menyampaikan materi terkait ideologi, kepemimpinan, serta penguatan gerakan Muhammadiyah.
Pengkaderan Baitul Arqam ini merupakan agenda rutin tahunan PDM Aceh Singkil, dan alhamdulillah tahun ini mendapat dukungan anggaran dari pemerintah daerah sebagai bentuk sinergi dalam penguatan pembangunan SDM umat.
“Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Juni 2026, dengan harapan akan mampu melahirkan kader-kader Muhammadiyah yang militan, progresif, dan berkemajuan,”ucap Roswin

























