• Terbaru
Membangun Aceh Tangguh Bencana

Membangun Aceh Tangguh Bencana

24 Januari 2026
Kepsek Menebang, Kapolres Aceh Timur Tanam Kembali Pohon Lewat Program Green Policing

Kepsek Menebang, Kapolres Aceh Timur Tanam Kembali Pohon Lewat Program Green Policing

30 Oktober 2026
Dukung Pelayanan Dasar, Bupati Al-Farlaky Serahkan 6 Ambulans dan 2 Truk Sampah

Dukung Pelayanan Dasar, Bupati Al-Farlaky Serahkan 6 Ambulans dan 2 Truk Sampah

28 Oktober 2026
Gelar Maulid dan Donor Darah, UPTD Puskesmas Simpang Ulim Tebar Kepedulian di Momen Kelahiran Nabi

Gelar Maulid dan Donor Darah, UPTD Puskesmas Simpang Ulim Tebar Kepedulian di Momen Kelahiran Nabi

27 Oktober 2026
Di Musda Golkar, Al-Farlaky: Jangan Ada Sekat Politik untuk Bangun Aceh Timur

Di Musda Golkar, Al-Farlaky: Jangan Ada Sekat Politik untuk Bangun Aceh Timur

27 Oktober 2026
Dibangun Era Al-Farlaky, Jembatan Keude Ong yang Sempat Amblas Kini Fungsional

Dibangun Era Al-Farlaky, Jembatan Keude Ong yang Sempat Amblas Kini Fungsional

20 Oktober 2026
Syahrul Gugat Proses RUPS untuk Jaga Nama Baik Mualem

Syahrul Gugat Proses RUPS untuk Jaga Nama Baik Mualem

17 Oktober 2026
Respon Keluhan Warga, Bupati Al-Farlaky Panggil Direktur PDAM dan Bentuk Tim Audit

Respon Keluhan Warga, Bupati Al-Farlaky Panggil Direktur PDAM dan Bentuk Tim Audit

14 Oktober 2026
Dun P3 Laporkan Yulinda ke Polres Aceh Timur, Ini Kasusnya! 

Dun P3 Laporkan Yulinda ke Polres Aceh Timur, Ini Kasusnya! 

6 Oktober 2026
Tinjau Jalan Lhok Dalam–Panton Rayeok, Bupati Al-Farlaky Pastikan Pembangunan Permanen 2027

Tinjau Jalan Lhok Dalam–Panton Rayeok, Bupati Al-Farlaky Pastikan Pembangunan Permanen 2027

2 Oktober 2026
Tim Pengacara Minta Kematian M Rasya Fadilla Diusut Lebih Serius

Tim Pengacara Minta Kematian M Rasya Fadilla Diusut Lebih Serius

2 Oktober 2026
Terungkap, Izin Lingkungan PT Bumi Flora Ternyata Diteken Bupati Rocky pada 2016

Terungkap, Izin Lingkungan PT Bumi Flora Ternyata Diteken Bupati Rocky pada 2016

29 September 2026
Bupati Al-Farlaky Tambah Anggran Rp 1 Milliar, Pengaspalan Jalan Kota Idi Tahap Dua Dilaksanakan Akhir Tahun

Bupati Al-Farlaky Tambah Anggran Rp 1 Milliar, Pengaspalan Jalan Kota Idi Tahap Dua Dilaksanakan Akhir Tahun

28 September 2026
Berita Online, BisaBaca
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
Berita Online, BisaBaca

Membangun Aceh Tangguh Bencana

Redaksi Penulis Redaksi
Sabtu, 01/24/2026 | 20:02 WIB
Membangun Aceh Tangguh Bencana

Sekretaris Umum Dewan Pengurus Daerah Himpunan Alumni IPB Aceh (Foto: Ist).

Bagi ke WhatsAppBagi Ke Twitter

Aceh adalah daerah dengan tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis di jalur pertemuan lempeng, kondisi topografi yang beragam, serta dampak perubahan iklim menjadikan Aceh rawan gempa bumi, banjir, longsor, abrasi pesisir, hingga kekeringan di sejumlah wilayah. Realitas ini menuntut cara pandang baru.

Bencana tidak boleh hanya diperlakukan sebagai peristiwa darurat, melainkan sebagai bagian dari agenda besar pembangunan daerah. Pengalaman panjang Aceh menghadapi bencana semestinya menjadi modal berharga untuk membangun daerah yang lebih tangguh.

Penanganan bencana harus di tempatkan dalam kerangka perencanaan pembangunan jangka menengah dan panjang, bukan berhenti pada tahap tanggap darurat dan rehabilitasi sementara. Inilah momentum untuk membangun Aceh baru.

Dalam perspektif perencanaan pembangunan wilayah dan perdesaan, bencana seringkali diperparah oleh kelemahan tata ruang dan kebijakan pembangunan. Permukiman yang tumbuh di kawasan rawan, alih fungsi lahan yang tidak terkendali, serta pembangunan infrastruktur tanpa memperhitungkan risiko bencana menjadi faktor yang memperbesar dampak kerusakan.

Karena itu, pendekatan pengurangan risiko bencana (disaster risk reduction) harus menjadi arus utama dalam dokumen perencanaan daerah, mulai dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), RPJMD, hingga rencana pembangunan gampong. Peta rawan bencana harus menjadi rujukan utama dalam menentukan lokasi permukiman, kawasan ekonomi, dan infrastruktur strategis.

Hal ini sejalan dengan kebijakan nasio- nal dalam RPJMN yang menekankan pembangunan berbasis mitigasi risiko dan adaptasi perubahan iklim. Perencanaan yang baik bukan untuk menghambat pembangunan, melainkan memastikan bahwa setiap pembangunan tidak menciptakan kerentanan baru bagi masyarakat.

Pembangunan infrastruktur pascabencana kerap dikejar target kecepatan. Namun, yang lebih penting adalah ketahanan jangka panjang. Jalan, jembatan, irigasi, fasilitas pendidikan dan kesehatan di Aceh harus dirancang dengan standar tahan bencana dan adaptif terhadap kondisi iklim.

Konsep infrastruktur tangguh perlu diterapkan secara konsisten, termasuk penggunaan desain tahan gempa, sistem drainase yang memadai, serta pendekatan berbasis alam seperti rehabilitasi mangrove dan kawasan resapan air.

Infrastruktur tidak hanya menopang aktivitas ekonomi, tetapi juga berfungsi sebagai jalur evakuasi dan akses logistik saat bencana terjadi. Pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke wilayah perdesaan dan daerah terpencil menjadi sangat penting, mengingat wilayah-wilayah tersebut seringkali terdampak paling parah, namun paling lambat dalam proses pemulihan.

Penanganan bencana tidak boleh menciptakan masalah baru bagi masa depan. Prinsip keberlanjutan ha- rus menjiwai setiap kebijakan dan program. Rekonstruksi harus ramah lingkungan, efisien energi, dan menjaga keseimbangan ekosistem. Eksploitasi sumber daya alam pascabencana tanpa kontrol justru akan meningkatkan risiko bencana berikutnya.

Pemulihan ekonomi

Bencana hampir selalu berdampak langsung pada ekonomi rakyat, petani, nelayan, dan pelaku UMKM. Karena itu, pemulihan ekonomi pasca-bencana harus dirancang secara berkeadilan dan berbasis potensi lokal, bukan semata bantuan konsumtif jangka pendek. Program pemulihan perlu mendorong cash for work, program padat karya, pembelian hasil produksi masyarakat, pemulihan lahan pertanian dan pesisir, serta dukungan permodalan bagi UMKM harus menjadi prioritas.

Diversifikasi mata pencaharian juga penting agar masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada satu sektor yang rentan terhadap bencana. Sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, alumni, dan dunia usaha sangat dibutuhkan untuk menghadirkan inovasi tek- nologi tepat guna, pendampingan usaha, serta akses pasar yang berkelanjutan.

Pengalaman Aceh menunjukkan bahwa modal sosial masyarakat, gotong royong, solidaritas, dan peran gampong, menjadi kekuatan utama dalam menghadapi bencana. Namun, modal sosial ini perlu diperkuat melalui kebijakan yang lebih sistematis. Pendidikan kebencanaan, simulasi evakuasi, dan penguatan kelembagaan gampong harus menjadi bagian dari pembangunan sosial.

Keterlibatan perempuan, pemuda, lansia, dan kelompok rentan perlu diarus utamakan dalam perencanaan dan penanganan bencana. Selain itu, pemulihan psikososial, khususnya bagi anak-anak, harus mendapat perhatian serius agar bencana tidak meninggalkan trauma jangka panjang.

Aceh patut bersyukur karena saat ini dipimpin Gubernur dan Wakil Gubernur (H Muzakir Manaf atau Mualem dan H Fadhlullah SE atau Dek Fadh) dengan kepemimpinan yang kuat serta memiliki kedekatan emosional dan komunikasi yang baik dengan Presiden Republik Indonesia.

Modal kepemimpinan dan hubungan strategis ini merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan secara optimal. Kedekatan dengan pemerintah pusat membuka ruang percepatan koordinasi lintas kementerian, sinkronisasi program nasional, serta dukungan anggaran untuk pembangunan infrastruktur tahan bencana dan pemulihan ekonomi daerah. Momentum ini perlu diarahkan dengan agenda yang je- las, terukur, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Aceh Meuseuraya

Membangun Aceh baru pascabencana tidak cukup dengan anggaran, infrastruktur, dan program teknis semata. Ia membutuhkan arah yang jelas, nilai yang kokoh, serta semangat kebersamaan dalam setiap proses pembangunan. Bencana harus menjadi titik balik untuk memperbaiki cara kita merencanakan pembangunan, menjaga alam, dan memperkuat manusia serta komunitas sebagai pusat kebijakan.

Aceh memiliki modal penting untuk melangkah ke depan. Pengalaman panjang menghadapi bencana, kekuatan sosial di tingkat gampong, serta kepemimpinan daerah yang kuat dengan dukungan dan perhatian pemerintah pusat. Seluruh potensi ini hanya akan bermakna jika dikelola secara kolaboratif, lintas sektor, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Inilah esensi dari visi Muelem-Dek fadh, Aceh Maju Meuseuraya. Aceh yang bergerak maju bukan sendiri-sendiri, tetapi bersama-sama. Petuah Aceh “Kaya meuih hana meusampe, kaya pade nyang seumpurna” (Kaya emas belum sempurna, kaya padi baru sempurna), menjadi pengingat yang sangat relevan dalam konteks ini. Kekayaan yang hanya bertumpu pada eksploitasi sumber daya dan pertumbuhan semu tidak akan mem- bawa keselamatan.

Sebaliknya, kesejahteraan yang dibangun atas dasar keberlanjutan, keadilan sosial, dan keharmonisan dengan alam adalah kekayaan yang sesungguhnya. Prinsip inilah yang seharusnya menuntun kebijakan penanganan bencana dan pembangunan Aceh ke depan.

Dengan berpegang pada kearifan lokal, diperkuat perencanaan yang matang, ditopang infrastruktur tangguh, ekonomi rakyat yang berkeadilan, serta kepemimpinan yang kuat dan inklusif, Aceh memiliki peluang besar untuk benar-benar bangkit. Bukan sekadar pulih dari bencana, tetapi melangkah maju secara ‘meuseuraya’; bersama rakyat, bersama alam, dan bersama masa depan.

 

Oleh: Firdaus Noezula, Sekretaris Umum Dewan Pengurus Daerah Himpunan Alumni IPB Aceh. 

MengirimMenciak

Baca Juga

Indonesia Tidak Akan Kalah Melawan Desas-desus
Opini

Indonesia Tidak Akan Kalah Melawan Desas-desus

2 Agustus 2026
Membedakan Kritik, Heater dan Buzzer Dalam Ruang Publik Kita
Opini

Membedakan Kritik, Heater dan Buzzer Dalam Ruang Publik Kita

15 Mei 2026
Di Ambang Eskalasi: Mengukur Arah Konflik Israel–Iran
Opini

Di Ambang Eskalasi: Mengukur Arah Konflik Israel–Iran

1 Maret 2026
Sekda Aceh: Tugas Atau Catur?
Opini

Sekda Aceh: Tugas Atau Catur?

2 Februari 2026
Bencana Aceh, Negara, dan Paradoks Kekuasaan
Opini

Bencana Aceh, Negara, dan Paradoks Kekuasaan

28 Desember 2025
Bayang-Bayang Ratu Kegelapan di Tanah Aceh
Opini

Bayang-Bayang Ratu Kegelapan di Tanah Aceh

8 November 2025
  • “Sang Pengkhianat”

    “Sang Pengkhianat”

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Pembunuh di Aceh Timur Terungkap, Pelaku Ditangkap dalam Waktu 1 Jam

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Oknum Ketua PPS di Simpang Ulim Diduga Arahkan Anggotanya Pilih Paslon Tole untuk Bupati Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Tragedi Hari Kemerdekaan: Bocah 10 Tahun Tewas Tersengat Listrik di Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Isu Politik Bayangi Pemulihan, Diduga Ada Operasi Jatuhkan Marwah Bupati Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0

Berita Lainnya

Kepsek Menebang, Kapolres Aceh Timur Tanam Kembali Pohon Lewat Program Green Policing

Kepsek Menebang, Kapolres Aceh Timur Tanam Kembali Pohon Lewat Program Green Policing

Penulis Redaksi
30 Oktober 2026

ACEH TIMUR | Polemik penebangan pohon peneduh di SMA Negeri 1 Simpang Ulim, Aceh Timur, mendapat babak baru. Setelah sebelumnya...

Dukung Pelayanan Dasar, Bupati Al-Farlaky Serahkan 6 Ambulans dan 2 Truk Sampah

Dukung Pelayanan Dasar, Bupati Al-Farlaky Serahkan 6 Ambulans dan 2 Truk Sampah

Penulis Redaksi
28 Oktober 2026

ACEH TIMUR | Dukungan Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky terhadap pelayanan dasar masyarakat diwujudkan secara nyata. Tidak hanya sektor...

Gelar Maulid dan Donor Darah, UPTD Puskesmas Simpang Ulim Tebar Kepedulian di Momen Kelahiran Nabi

Gelar Maulid dan Donor Darah, UPTD Puskesmas Simpang Ulim Tebar Kepedulian di Momen Kelahiran Nabi

Penulis Redaksi
27 Oktober 2026

ACEH TIMUR | UPTD Puskesmas Simpang Ulim menggelar dua kegiatan sekaligus dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Selain menggelar...

Di Musda Golkar, Al-Farlaky: Jangan Ada Sekat Politik untuk Bangun Aceh Timur

Di Musda Golkar, Al-Farlaky: Jangan Ada Sekat Politik untuk Bangun Aceh Timur

Penulis Redaksi
27 Oktober 2026

IDI RAYEUK | Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, menegaskan komitmennya untuk merangkul semua kekuatan politik dalam membangun Aceh Timur....

Berita Online, BisaBaca

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami

  • Masuk
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In