Tuha Peut: Utang di kedai menumpuk, korban dipindah dari huntara komunal.
ACEH UTARA | Enam penghuni hunian sementara di Gampong Tanjong Dalam, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, mengalami gangguan kejiwaan setelah jatah hidup korban banjir tak kunjung cair.
Wakil Tuha Peut Gampong Tanjong Dalam Abdullah mengatakan keenam warga itu kini dipindah ke hunian mandiri bantuan dermawan. Keputusan diambil agar kondisi psikis mereka tidak makin terguncang.
“Dikhawatirkan jika ditempatkan lagi di tempat ramai semakin terguncang kejiwaannya,” kata Abdullah, Selasa 21 April 2026.
Enam penyintas tersebut adalah Herawati, Idawati, Salami, Muhammad, Salbiah, dan Ibrahim.
Abdullah menyebut mereka korban banjir 25 November 2025. Keenamnya sempat dirawat di RSUD Cut Meutia Aceh Utara dan kini rawat jalan.
Menurut Abdullah, pemicu utama gangguan itu adalah tekanan ekonomi. Ia mencontohkan Herawati, ibu dua anak.
“Setiap hari minta jajan, sementara pendapatan tidak ada, biaya jadup juga tak kunjung cair,” ujarnya.
Abdullah menyatakan Bupati Aceh Utara pernah menjanjikan pencairan jatah hidup saat Ramadan.
“Sampai sekarang belum cair, khususnya bagi kami di Gampong Tanjong Dalam,” kata dia.
Akibat janji yang tak terealisasi, kata Abdullah, banyak korban berutang di kedai dengan harapan membayar setelah jadup cair.
“Bagaimana mereka tidak stres, ngutang di kedai tapi sekarang tidak ada apa-apa,” ujarnya.
Ia menegaskan hunian sementara komunal di Dusun Buket Sentang dinilai tak lagi layak bagi enam warga itu. Alasannya, informasi simpang siur di lokasi pengungsian berisiko memperburuk trauma.

























