Enam pejabat dirotasi jadi Plt, 15 kursi kepala OPD masih kosong definitif, BKPSDM: belum ada jadwal lelang jabatan.
LANGSA | Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama belum digelar. Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S Putra kembali memilih jalur cepat: merotasi pejabat lewat skema pelaksana tugas. Enam jabatan strategis dirombak. Semuanya Plt, tanpa satu pun pejabat definitif, Selasa, 5 Mei 2026.
Sopian yang sebelumnya Plt Kepala Dinas Sosial kini diamanahkan menjadi Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Boby Edwin digeser dari Plt Ka Disdikbud menjadi Plt Kesbangpol. Darma Putra yang tadinya Plt Kesbangpol dipindah menjadi Plt Ka Dinsos.
Rotasi berlanjut ke BPKD. Maimun yang sebelumnya Plt Kepala BPKD kini menduduki posisi Plt Asisten III Sekretariat Pemko. Kursinya diisi Milanatul Qadriah sebagai Plt Kepala BPKD. Terakhir, Aulia Rahman mendapat kepercayaan menjadi Plt Kabid Mutasi.
Langkah ini memperkuat pola kepemimpinan Jeffry: penyegaran organisasi lewat rotasi Plt, bukan seleksi terbuka JPT. Padahal, 15 jabatan kepala dinas atau badan di Langsa masih kosong tanpa pimpinan definitif.
Daftar OPD yang masih dipimpin Plt meliputi Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Disdikbud, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Koperindagkop dan UKM, Inspektorat, Kesbangpol, Dinas Syariat Islam, Bappeda, dan BPKD.
Ditambah Dinas Perhubungan, BPBD, DPPKP, RSUD Langsa, dan PDAM Langsa. Tiga OPD terakhir kosong karena pejabat sebelumnya mengundurkan diri.
Jeffry menyebut rotasi hal biasa dalam pemerintahan. Tujuannya penyegaran agar kinerja optimal. Ia meminta pejabat baru mengonsultasikan hal prinsipil langsung ke dirinya.
“Rotasi ini hal biasa dalam pemerintahan, kepada pejabat yang baru dalam melaksanakan tugas kedinasan untuk hal-hal yang bersifat prinsipil agar dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Wali Kota Langsa,” ujar Jeffry.
Kepala BKPSDM Langsa Siti Zuriah membenarkan rotasi tersebut. Lewat pesan WhatsApp, ia menjawab singkat, “Benar.”
Namun saat ditanya kapan seleksi JPT digelar untuk mengakhiri status Plt berkepanjangan, Siti mengaku belum ada kepastian.
“Belum ada,” ujarnya.
Tanpa jadwal lelang jabatan, 15 OPD strategis di Langsa masih berjalan dengan nakhoda sementara. Publik menunggu kepastian kapan Pemko membuka seleksi terbuka demi mengisi kekosongan pejabat definitif.

























