• Terbaru
Alasan Tuyul dan Babi Ngepet Tidak Pernah Cari Uang di Bank

Alasan Tuyul dan Babi Ngepet Tidak Pernah Cari Uang di Bank

24 November 2024
PLN Kagetkan Pelanggan, Tagihan Rp50 Ribu Jadi Rp1 Juta

PLN Kagetkan Pelanggan, Tagihan Rp50 Ribu Jadi Rp1 Juta

4 September 2026
Kalahkan Aneuk Nanggroe, Rajawalina Fc Tantang JF FC Aceh Utara di Grand Final Piala KPA Simpang Ulim

Kalahkan Aneuk Nanggroe, Rajawalina Fc Tantang JF FC Aceh Utara di Grand Final Piala KPA Simpang Ulim

4 September 2026
Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh

Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh

4 September 2026
“Satu Guru Satu Pohon”, Cara Aceh Timur Jadikan Pendidikan Benteng Ekologi

“Satu Guru Satu Pohon”, Cara Aceh Timur Jadikan Pendidikan Benteng Ekologi

3 September 2026
Semifinal Sengit Piala KPA Simpang Ulim, JF FC Aceh Utara Hentikan Langkah KPA Darul Falah

Semifinal Sengit Piala KPA Simpang Ulim, JF FC Aceh Utara Hentikan Langkah KPA Darul Falah

3 September 2026
Aneuk Nanggroe Amankan Tiket Semifinal Usai Kalahkan Tuan Rumah di KPA Simpang Ulim Cup I 2026

Aneuk Nanggroe Amankan Tiket Semifinal Usai Kalahkan Tuan Rumah di KPA Simpang Ulim Cup I 2026

2 September 2026
Pemkab Aceh Timur Terima Bantuan Alat Ortotik Prostetik dari RSO Soeharso

Pemkab Aceh Timur Terima Bantuan Alat Ortotik Prostetik dari RSO Soeharso

2 September 2026
Rajawalina melaju ke Semifinal Usai Kalahkan Young Warriors di KPA Simpang Ulim Cup I 2026

Rajawalina melaju ke Semifinal Usai Kalahkan Young Warriors di KPA Simpang Ulim Cup I 2026

1 September 2026
Kebakaran Hanguskan Kios dan Ruko di Lambaro, 1 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Kebakaran Hanguskan Kios dan Ruko di Lambaro, 1 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

1 September 2026
Al-Farlaky Launching Huntap Aceh Timur: Awal dari 2.033 Rumah Baru untuk Korban Banjir

Al-Farlaky Launching Huntap Aceh Timur: Awal dari 2.033 Rumah Baru untuk Korban Banjir

31 Agustus 2026
JF FC Kukuhkan Dominasi, Tundukkan Julok Putra 2-1 di KPA Simpang Ulim Cup I 2026

JF FC Kukuhkan Dominasi, Tundukkan Julok Putra 2-1 di KPA Simpang Ulim Cup I 2026

31 Agustus 2026
Panitia KPA Simpang Ulim Cup I Bagikan 10 Hadiah Doorprize, Suasana Lapangan Makin Meriah

Panitia KPA Simpang Ulim Cup I Bagikan 10 Hadiah Doorprize, Suasana Lapangan Makin Meriah

30 Agustus 2026
Berita Online, BisaBaca
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
Berita Online, BisaBaca

Alasan Tuyul dan Babi Ngepet Tidak Pernah Cari Uang di Bank

Redaksi Penulis Redaksi
Minggu, 11/24/2024 | 03:27 WIB
Alasan Tuyul dan Babi Ngepet Tidak Pernah Cari Uang di Bank

ilustrasi tuyul membawa uang. (Foto: Ist).

Bagi ke WhatsAppBagi Ke Twitter

Banda Aceh, BisaApa.co.id | Seseorang yang terlihat tiba-tibak aya sering kali dikaitkan dengan hal-hal berbau mistis, seperti makhluk halus tuyul dan babi ngepet.

Sudah sejak lama kedua makhluk itu dipercaya dapat mendatangkan kekayaan kepada seseorang dengan cara mencuri uang.

Budayawan Suwardi Endraswara dalam Dunia Hantu Orang Jawa (2004) menjelaskan, narasi tersebut sudah berlangsung sejak lama dalam alam pikir orang Jawa.

Namun, pernahkah kita berpikir kenapa tuyul hanya mencuri dari rumah ke rumah? Apakah bisa tuyul melakukan pencurian ke bank yang menyimpan banyak sekali uang? Atau minimal melakukan pencurian atas saldo e-money?

Jawaban atas pertanyaan tersebut tentu beragam. Dan biasanya kembali lagi pada jawaban mistis. Hal ini memang asyik sebagai cerita, tapi getir sebagai fakta. Kemudian, bagaimana penjelasan logis di balik fenomena itu?

Sebenarnya, tuyul dan babi ngepet tercipta dari kecemburuan sosial pada masyarakat zaman dahulu, khususnya di kalangan petani. Awalnya para petani hidup dalam kondisi biasa-biasa saja. Namun, liberalisasi ekonomi tahun 1870 mengubah kondisi itu.

Baca Juga :  Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh

Jan Luiten van Zanden dan Daan Marks dalam Ekonomi Indonesia 1800-2010 (2012) mengatakan, liberalisasi ekonomi dinilai melahirkan rezim kolonial baru yang di dalamnya terjadi pengambilalihan perkebunan rakyat untuk diubah menjadi perkebunan besar dan pabrik gula.

Situasi ini kemudian membuat kehidupan masyarakat terpuruk, khususnya para petani kecil di Jawa yang semakin terperosok pada kemiskinan. Sebab, mereka tidak lagi memiliki kuasa atas lahan perkebunannya.

Di sisi lain, ada juga masyarakat yang sejahtera dari sistem ini. Mereka adalah pedagang, baik dari kalangan pribumi atau Tionghoa, yang dalam sekejap menjadi orang kaya baru. Kenaikan kekayaan mereka lantas menimbulkan keheranan bagi para petani yang kian melarat itu.

Para petani heran dari mana asal-usul kekayaan mereka. Bagi petani, proses pemupukan kekayaan harus dibuktikan dan terlihat, seperti misalkan melihat kerja kerasnya atau proses saat bertani.

Baca Juga :  Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh

Sayangnya, mereka tidak melihat itu pada orang kaya baru. Alhasil, timbul rasa cemburu dan iri oleh petani ke pedagang karena bisa mendapat harta sebanyak itu.

Masyarakat yang kental dengan pandangan mistik membuat para petani memandang pencurian adalah kerja sama antara orang kaya dan makhluk supranatural dan kasat mata, seperti babi ngepet dan tuyul.

Singkatnya, para petani yang iri dan cemburu selalu menuduh orang kaya baru menggunakan cara haram dalam memperoleh kekayaan.

Akibat tuduhan ini, Ong Hok Ham dalam Dari Soal Priyayi sampai Nyi Blorong (2002) menjelaskan, para pedagang dan pengusaha sukses kehilangan status di masyarakat. Mereka dianggap “hina” karena memupuk kekayaan dari cara haram, yakni bersekutu dengan syetan.

Tuduhan yang tidak berdasar ini membuat popularitas  tuyul dan babi ngepet sebagai subjek mistis terkait kekayaan semakin meningkat dan terus populer sampai saat ini di Indonesia.

Baca Juga :  Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh

 

Tarik Perhatian Peneliti Asing

Fenomena tuyul pernah juga menjadi sorotan Clifford Geertz, antropolog yang menggarap karya fenomenal The Religion of Java (1976). Dalam amatannya, menurut Geertz memang benar ada orang memelihara tuyul. Biasanya mereka melakukan perjanjian dengan roh di tempat-tempat keramat.

Biasanya orang pemelihara tuyul memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

– Kaya raya atau menjadi kaya secara mendadak

– Kikir

– Sering menggunakan pakaian bekas

– Sering mandi di sungai bersama para kuli miskin

– Selalu menyantap makanan orang miskin, seperti jagung dan singkong, ketimbang nasi.

Biasanya, pemelihara tuyul ini untuk mengelabui orang-orang supaya dianggap tidak punya uang, padahal di rumahnya selalu penuh dengan emas batangan dan hartai lainnya.

Namun, karena dua sosok ini hanya sebatas sebagai realitas kepercayaan di masyarakat, tentu sulit dikaitkan dengan fakta yang sebenarnya, apalagi bisa mencuri sesuatu di bank.

 

MengirimMenciak

Baca Juga

Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh
Editorial

Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh

4 September 2026
Aceh Jual Cerita Hijau, Tapi Pabriknya Tak Pernah Ada
Editorial

Aceh Jual Cerita Hijau, Tapi Pabriknya Tak Pernah Ada

21 Juli 2026
220 Hari, Negara Mengubur Korban Banjir Aceh Dalam Lumpur Birokrasi
Editorial

220 Hari, Negara Mengubur Korban Banjir Aceh Dalam Lumpur Birokrasi

3 Juli 2026
Ketika Partai Lupa bahwa Ia Milik Publik
Editorial

Ketika Partai Lupa bahwa Ia Milik Publik

24 Juni 2026
Partai Politik Itu Pilar Demokrasi, Bukan Lapak Coba-Coba
Editorial

Partai Politik Itu Pilar Demokrasi, Bukan Lapak Coba-Coba

22 Juni 2026
Pahlawan Versi Mereka, Beban Versi Rakyat
Editorial

Pahlawan Versi Mereka, Beban Versi Rakyat

17 Juni 2026
  • “Sang Pengkhianat”

    “Sang Pengkhianat”

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Pembunuh di Aceh Timur Terungkap, Pelaku Ditangkap dalam Waktu 1 Jam

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Oknum Ketua PPS di Simpang Ulim Diduga Arahkan Anggotanya Pilih Paslon Tole untuk Bupati Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Tragedi Hari Kemerdekaan: Bocah 10 Tahun Tewas Tersengat Listrik di Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Isu Politik Bayangi Pemulihan, Diduga Ada Operasi Jatuhkan Marwah Bupati Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0

Berita Lainnya

PLN Kagetkan Pelanggan, Tagihan Rp50 Ribu Jadi Rp1 Juta

PLN Kagetkan Pelanggan, Tagihan Rp50 Ribu Jadi Rp1 Juta

Penulis Redaksi
4 September 2026

#Warga Abdya Tolak Bayar Sebelum Ada Penjelasan Transparan BLANGPIDIE | Seorang pelanggan PLN di Aceh Barat Daya dibuat kaget setengah...

Kalahkan Aneuk Nanggroe, Rajawalina Fc Tantang JF FC Aceh Utara di Grand Final Piala KPA Simpang Ulim

Kalahkan Aneuk Nanggroe, Rajawalina Fc Tantang JF FC Aceh Utara di Grand Final Piala KPA Simpang Ulim

Penulis Redaksi
4 September 2026

ACEH TIMUR | Rajawalina FC berhasil melaju ke partai puncak KPA Simpang Ulim Cup I 2026 setelah menundukkan Aneuk Nanggroe...

Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh

Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh

Penulis Redaksi
4 September 2026

ACEH seharusnya jadi lumbung. Hutan menyimpan biodiversitas dunia. Laut membentang luas dengan hasil ikan melimpah. Di bawah tanah terpendam minyak,...

“Satu Guru Satu Pohon”, Cara Aceh Timur Jadikan Pendidikan Benteng Ekologi

“Satu Guru Satu Pohon”, Cara Aceh Timur Jadikan Pendidikan Benteng Ekologi

Penulis Redaksi
3 September 2026

#Bupati Al-Farlaky canangkan Gerakan Guru Tanam 10.000 Pohon di HARDIKDA 2026 ACEH TIMUR | Peringatan Hari Pendidikan Daerah (HARDIKDA) tahun...

Berita Online, BisaBaca

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami

  • Masuk
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In