• Terbaru
Sudan dan Aliran Darah Kemanusiaan

Sudan dan Aliran Darah Kemanusiaan

1 November 2025
Tanpa Seleksi JPT, Wali Kota Langsa Pilih Rotasi Plt Lagi: Boby ke Kesbangpol, Sopian ke Disdikbud

Tanpa Seleksi JPT, Wali Kota Langsa Pilih Rotasi Plt Lagi: Boby ke Kesbangpol, Sopian ke Disdikbud

5 Mei 2026
Bupati Al-Farlaky Serahkan Rumah Layak Huni di Julok

Bupati Al-Farlaky Serahkan Rumah Layak Huni di Julok

4 Mei 2026
7 Guru Aceh Timur Terima Penghargaan di Hardiknas, Al-Farlaky: Teruslah Menginspirasi

7 Guru Aceh Timur Terima Penghargaan di Hardiknas, Al-Farlaky: Teruslah Menginspirasi

4 Mei 2026
Korban Banjir Bireuen Ultimatum Bupati: Cairkan Dana Tunggu Huni 7 Hari, Jika Tidak Aksi Lebih Besar

Korban Banjir Bireuen Ultimatum Bupati: Cairkan Dana Tunggu Huni 7 Hari, Jika Tidak Aksi Lebih Besar

4 Mei 2026
Diguyur Hujan, Bupati Al-Farlaky Turun Podium Ikut Basah di Upacara Hardiknas Aceh Timur

Diguyur Hujan, Bupati Al-Farlaky Turun Podium Ikut Basah di Upacara Hardiknas Aceh Timur

4 Mei 2026
Saat Permusuhan Dijadikan Komando: Bahaya Politik Isolasi di Tengah Kita

Saat Permusuhan Dijadikan Komando: Bahaya Politik Isolasi di Tengah Kita

4 Mei 2026
Nelayan Aceh Timur Masih Ditahan di Thailand, Bupati Al-Farlaky: Kami Terus Koordinasi dengan KBRI

Nelayan Aceh Timur Masih Ditahan di Thailand, Bupati Al-Farlaky: Kami Terus Koordinasi dengan KBRI

3 Mei 2026
Bukan Kebijakan Gubernur, Tgk Anwar: Pergub JKA Lahir dari Bisikan Bawah

Bukan Kebijakan Gubernur, Tgk Anwar: Pergub JKA Lahir dari Bisikan Bawah

3 Mei 2026
Pemkab Aceh Timur Jemput Nelayan Idi Cut yang Dibebaskan Otoritas Thailand

Pemkab Aceh Timur Jemput Nelayan Idi Cut yang Dibebaskan Otoritas Thailand

2 Mei 2026
Al-Farlaky Tempuh Jalur Hukum, Polisikan Penyebar Fitnah di Medsos

Al-Farlaky Tempuh Jalur Hukum, Polisikan Penyebar Fitnah di Medsos

2 Mei 2026
Bupati Al-Farlaky Didampingi Istri Jawab Isu Fitnah, Bakal Pidanakan Penyebar Hoax

Bupati Al-Farlaky Didampingi Istri Jawab Isu Fitnah, Bakal Pidanakan Penyebar Hoax

1 Mei 2026
Bupati Al-Farlaky Bagi Alsintan Untuk Brigade Pangan

Bupati Al-Farlaky Bagi Alsintan Untuk Brigade Pangan

30 April 2026
Berita Online, BisaBaca
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
Berita Online, BisaBaca

Sudan dan Aliran Darah Kemanusiaan

Redaksi Penulis Redaksi
Sabtu, 11/01/2025 | 12:46 WIB
Sudan dan Aliran Darah Kemanusiaan

Ilustrasi kelaparan dan kekerasan warga Sudan.

Bagi ke WhatsAppBagi Ke Twitter

Oleh: Nanda Rizki, Pemuda Aceh Timur yang Peduli Kemanusiaan

Disebuah negeri yang peta geografisnya sudah menjadi lipatan-lipatan luka, Republik Sudan yang terletak di timur laut Afrika menjadi saksi manusia terus berbaris tanpa tahu siapa yang memerintah, siapa yang dibunuh, dan siapa yang harus bersedih.

Di Sudan, setiap pagi tidak lagi diawali oleh azan, melainkan oleh desing peluru yang lebih fasih berbicara tentang nasib manusia dari pada pemerintah itu sendiri.

Di ruang-ruang pengungsian, waktu menjadi sesuatu yang asing, ia tidak bergerak maju, hanya berputar di tempat. Anak-anak duduk di bawah tenda, menatap udara seperti menatap pengadilan yang tak kunjung dimulai.

Mereka seolah menunggu seseorang yang bernama “Kemanusiaan” datang membawa keputusan akhir, namun “Kemanusiaan” itu sendiri sudah lama tersesat di labirin laporan diplomatik, disembunyikan di antara meterai, stempel, dan janji kosong lembaga internasional.

Di tengah debu Khartum ibu kota Sudan, darah tidak lagi memiliki warna moral; ia menjadi cairan administrasi yang menetes perlahan dari pena pejabat dunia.

Mereka menulis “dukacita” di laporan harian, lalu makan malam dengan senyum sopan. Barangkali beginilah cara dunia modern berduka dengan format, bukan dengan air mata.

Manusia di Sudan kini hidup seperti karakter-karakter dalam novel Kafka: dihukum tanpa tahu kesalahannya, diadili tanpa pengadilan, dan dihapus dari catatan dunia dengan alasan “konflik internal.”

Betapa mudahnya dunia melupakan, betapa normalnya penderitaan ketika ia terjadi di tempat yang tidak memiliki nilai ekonomi.

Setiap ledakan di Omdurman adalah pengingat bahwa kita semua masih hidup di zaman di mana manusia bisa hilang tanpa jejak, dan yang tersisa hanyalah statistik. Sementara itu, dunia terus bicara tentang resolusi, embargo, dan bantuan kemanusiaan.

Kata-kata yang terdengar mulia, tapi tak pernah benar-benar menembus dinding tenda pengungsi. Mungkin Sudan hanyalah cermin besar yang memantulkan wajah kemanusiaan kita hari ini, lelah, acuh, dan sibuk mencari alasan agar tidak merasa bersalah.

Karena di dunia yang sudah terlalu penuh oleh absurditas, rasa peduli menjadi hal yang paling mustahil, seperti mencoba mencari keadilan di ruang arsip yang tak pernah dibuka. Dan di antara tumpukan laporan dan berita singkat, darah kemanusiaan terus mengalir.

Tapi bukan di tubuh manusia, melainkan di saluran-saluran birokrasi, membeku perlahan, menunggu seseorang untuk mengingat bahwa yang mengalir itu bukan tinta melainkan nyawa.

Sebuah pertanyaan untuk dunia

Apakah kita masih berhak menyebut diri manusia, jika di satu sisi dunia kita berbicara tentang kecerdasan buatan dan wisata luar angkasa, sementara di sisi lain ada bayi-bayi Sudan yang mati karena air kotor?

Apakah solidaritas kemanusiaan hanya berlaku bila kamera menyorot, dan lenyap ketika listrik padam?

Sudan bukan hanya tragedi Afrika ia adalah cermin retak bagi seluruh umat manusia.

Di balik setiap tubuh yang tergeletak, ada kegagalan global yang lebih besar,  kegagalan untuk belajar dari Rwanda, Suriah, Gaza, dan sekarang Sudan.

Dunia yang membiarkan satu bangsa kelaparan karena politik, adalah dunia yang perlahan melupakan makna menjadi manusia.

MengirimMenciak

Baca Juga

Di Ambang Eskalasi: Mengukur Arah Konflik Israel–Iran
Opini

Di Ambang Eskalasi: Mengukur Arah Konflik Israel–Iran

1 Maret 2026
Sekda Aceh: Tugas Atau Catur?
Opini

Sekda Aceh: Tugas Atau Catur?

2 Februari 2026
Membangun Aceh Tangguh Bencana
Opini

Membangun Aceh Tangguh Bencana

24 Januari 2026
Bencana Aceh, Negara, dan Paradoks Kekuasaan
Opini

Bencana Aceh, Negara, dan Paradoks Kekuasaan

28 Desember 2025
Bayang-Bayang Ratu Kegelapan di Tanah Aceh
Opini

Bayang-Bayang Ratu Kegelapan di Tanah Aceh

8 November 2025
Kisah Arjuna: Mengenang Makna Mesjid di Aceh dan Kewaspadaan di Rantau
Opini

Kisah Arjuna: Mengenang Makna Mesjid di Aceh dan Kewaspadaan di Rantau

4 November 2025
  • “Sang Pengkhianat”

    “Sang Pengkhianat”

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Pembunuh di Aceh Timur Terungkap, Pelaku Ditangkap dalam Waktu 1 Jam

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Oknum Ketua PPS di Simpang Ulim Diduga Arahkan Anggotanya Pilih Paslon Tole untuk Bupati Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Tragedi Hari Kemerdekaan: Bocah 10 Tahun Tewas Tersengat Listrik di Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Isu Politik Bayangi Pemulihan, Diduga Ada Operasi Jatuhkan Marwah Bupati Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0

Berita Lainnya

Tanpa Seleksi JPT, Wali Kota Langsa Pilih Rotasi Plt Lagi: Boby ke Kesbangpol, Sopian ke Disdikbud

Tanpa Seleksi JPT, Wali Kota Langsa Pilih Rotasi Plt Lagi: Boby ke Kesbangpol, Sopian ke Disdikbud

Penulis Redaksi
5 Mei 2026

Enam pejabat dirotasi jadi Plt, 15 kursi kepala OPD masih kosong definitif, BKPSDM: belum ada jadwal lelang jabatan. LANGSA | ...

Bupati Al-Farlaky Serahkan Rumah Layak Huni di Julok

Bupati Al-Farlaky Serahkan Rumah Layak Huni di Julok

Penulis Redaksi
4 Mei 2026

#Program CSR Harus Diperluas ACEH TIMUR | Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, menyerahkan secara simbolis bantuan rumah layak huni...

7 Guru Aceh Timur Terima Penghargaan di Hardiknas, Al-Farlaky: Teruslah Menginspirasi

7 Guru Aceh Timur Terima Penghargaan di Hardiknas, Al-Farlaky: Teruslah Menginspirasi

Penulis Redaksi
4 Mei 2026

May Yusra hingga Ulfa Marina dinobatkan guru berkinerja terbaik 2025, Pemkab apresiasi inovasi di tengah keterbatasan. ACEH TIMUR | Tujuh...

Korban Banjir Bireuen Ultimatum Bupati: Cairkan Dana Tunggu Huni 7 Hari, Jika Tidak Aksi Lebih Besar

Korban Banjir Bireuen Ultimatum Bupati: Cairkan Dana Tunggu Huni 7 Hari, Jika Tidak Aksi Lebih Besar

Penulis Redaksi
4 Mei 2026

Aksi ketiga dalam enam bulan, Koalisi Gerakan Sipil beri tenggat 7 hingga 90 hari, desak usut dugaan penyelewengan bantuan. BIREUEUN...

Berita Online, BisaBaca

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami

  • Masuk
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In