#Pulau seluas 18 hektare di Kuala Simpang Ulim dinilai punya potensi wisata alam, konservasi penyu, dan ekonomi masyarakat
ACEH TIMUR | Pemerintah Kabupaten Aceh Timur tengah mendorong pengembangan Pulau Idaman di Gampong Kuala Simpang Ulim sebagai destinasi wisata pesisir unggulan. Pulau seluas 18 hektare itu berada di kawasan hutan lindung, sekitar 10 kilometer dari jalan lintas Trans Medan–Banda Aceh.
Akses menuju lokasi kini lebih mudah. Dari pusat Kota Simpang Ulim, perjalanan darat hanya memakan waktu 20 menit melalui jalan yang sudah mulus. Setibanya di kawasan pesisir, pengunjung disambut hamparan tambak, aktivitas nelayan, dan udara laut yang segar.
Pulau Idaman disebut masih alami dan belum banyak tersentuh pembangunan. Hamparan pasir, pepohonan rindang, suara burung liar, serta angin laut menciptakan suasana tenang yang jarang ditemukan di kawasan wisata modern.
Selain keindahan alam, pulau ini juga menjadi habitat penyu. Pada musim tertentu, penyu masih datang bertelur di kawasan tersebut. Potensi konservasi ini menjadi salah satu fokus yang ingin dikembangkan bersama masyarakat setempat.
“Pulau Idaman adalah permata tersembunyi di pesisir Aceh Timur. Potensi wisata alam dan konservasinya sangat besar jika dikelola dengan baik,” ujar Panglima Laot Simpang Ulim, Muchtar Daod.
Muchtar yang juga mantan kombatan GAM itu kini aktif menjaga kawasan pesisir dan mendorong sektor pariwisata sebagai sumber ekonomi baru. Ia menilai wisata, jika dikelola dengan baik, bisa membuka peluang kerja bagi anak muda di Kuala Simpang Ulim.
Ia mengakui pengembangan wisata masih terkendala sarana dan prasarana. Fasilitas sederhana seperti gazebo dan tempat istirahat rusak parah akibat banjir besar beberapa waktu lalu. Keterbatasan infrastruktur membuat program Pokdarwis yang telah dibentuk belum berjalan maksimal.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan dinas pariwisata. Kami berharap ada perhatian lebih serius dari pemerintah maupun pihak swasta untuk membantu pengembangan wisata Kuala Simpang Ulim,” katanya.
Selain wisata alam, kawasan ini juga dikenal sebagai lokasi memancing favorit. Setiap akhir pekan, warga dari luar daerah datang untuk memancing di pesisir dan sungai sekitar pulau. Warga menyediakan jasa penyewaan sampan dengan tarif Rp30 ribu per hari.
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menilai sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan pihak swasta menjadi kunci agar potensi Pulau Idaman dapat berkembang dan memberi manfaat ekonomi bagi warga pesisir.
Dengan pengelolaan yang tepat, Pemkab berharap Pulau Idaman bisa menjadi destinasi wisata unggulan yang dikenal luas dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir Aceh Timur.

























